Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lindungi Harga Petani, Penyerapan Jagung Produksi Petani Siap Dikebut

📅 Sabtu, 28 Jun 2025, 16:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Lindungi Harga Petani, Penyerapan Jagung Produksi Petani Siap Dikebut Doc: istimewa
Ket. Produksi jagung lokal

JAKARTA – Dengan terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah (CJP), Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi memastikan pemerintah melalui Perum Bulog akan menggenjot serapan jagung produksi dalam negeri. Upaya ini penting demi menjaga harga jagung di tingkat petani.

"Target kita memang akhir Juni ini mulai serap. Bapak Menko Pangan sudah menyampaikan target serapannya 1 juta ton untuk jagung dengan harga Rp 5.500 per kilogram. Jadi memang sudah dalam progres," jelas Arief saat ditemui di sela-sela Kick Off Pelatihan Capacity Building Sumber Daya Manusia dan Penguatan Kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jakarta, Rabu (25/6/2025).

"Untuk kadar air, kalau Bulog memang bisa sampai 14 persen, itu sangat bagus dari yang diserap dengan kadar air 18 sampai 20 persen itu. Tapi kalau misalnya belum bisa, tentunya perlu ada dryer, pengering," lanjutnya.

Adapun realisasi pengadaan jagung oleh Bulog yang bersumber dari produksi dalam negeri per 24 Juni telah berada di angka 52,8 ribu ton. Dengan begitu, total stok CJP yang dikelola Bulog totalnya ada hingga 87 ribu ton.

Sementara, kondisi rerata harga jagung pipilan kering di tingkat produsen menurut data Panel Harga Pangan NFA, per 25 Juni berada di level Rp 4.878 per kilogram (kg). Ini mulai menaik 1,1 persen dibandingkan rerata harga pada sebulan sebelumnya yang berada di Rp 4.825 per kg.

"Pokoknya challenge kita sekarang itu di ketersediaan gudang, sehingga Bulog memerlukan gudang-gudang lain. Tapi tadi Pak Menko Pangan sampaikan one day nanti terbentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, jadinya bisa membantu juga," kata Arief lagi.

"Ini karena 80 ribu unit koperasi se-Indonesia, itu kan tidak sedikit. Ini bukan hanya untuk jagung saja, tapi juga untuk produk-produk pertanian, perikanan, dan lainnya juga bisa dibantu Koperasi Merah Putih," tambahnya.

Untuk anggaran yang dibutuhkan dalam penyerapan CJP, Arief menuturkan pihaknya telah mengajukan ke Kementerian Keuangan dan saat ini dalam proses penelaahan. Jumlah anggarannya sebagaimana hasil Rakortas Pangan (12/6/2025) yang lalu, untuk penyerapan jagung dalam negeri membutuhkan sekitar Rp 6 triliun.

Arief juga katakan pengajuan anggaran untuk program bantuan pangan beras Juni-Juli serta Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras pun paralel telah dilaksanakan. Ia berharap program-program prorakyat tersebut dapat segera dijalankan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.