Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingkatkan Kualitas Layanan, PPVTPP Evaluasi Proses Perizinan dan Investasi Pertanian

📅 Jumat, 27 Jun 2025, 09:05 WIB | Oleh:

”Tapi kalau sudah bisa diproduksi, jangan sampai impor benihnya mengganggu produsen di dalam negeri.  Kami ingin melindungi produsen benih lokal. Karena itu pemerintah membuat aturan,” ujarnya.

Untuk pemasukan benih Inti mengakui memang lebih ketat ketimbang untuk pengeluaran benih dari dalam negeri. Namun tujuannya adalah melindungi varietas dan produsen lokal.  Jadi semua hal dipertimbangkan dalam memberikan rekomendasi pemasukan benih dari luar.

”Pemerintah tidak ada maksud menghambat perdagangan, tapi tujuannya adalah melindungi varietas lokal. Kebanyakan yang kami tolak karena sudah ada (benih) di dalam negeri. Bahkan, ada kasus izin belum keluar, tapi kapal sudah mau sampai ke pelabuhan,” tutur Inti.

Namun demikian kata Inti, Direktorat Perbenihan akan memberikan layanan tepat waktu. Jika ada yang masih mengalami hambatan, Inti berharap agar segera memberikan informasinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.