Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Memanen Sel Punca Darah untuk Transplantasi

📅 Rabu, 25 Jun 2025, 07:12 WIB | Oleh:
Memanen Sel Punca Darah untuk Transplantasi Doc: Foto: Xiaoyi Cheng/Iowa State University
Ket. Sel induk darah terlihat terbentuk di batang tubuh embrio ikan zebra. Sel induk darah berwarna kuning, dengan tabung merah merupakan aorta di bagian atas dan vena di bagian bawah.

DULU, sel punca darah diambil terutama dari sumsum tulang, tempat sel tersebut berkembang. Kini, sel punca disaring langsung dari aliran darah. Metode pertama disebut transplantasi sumsum tulang (bone marrow transplant), dan metode kedua disebut transplantasi sel punca darah tepi (peripheral blood stem cell transplant)

Tubuh pendonor akan menggantikan sumsum tulang atau sel punca darah yang didonorkan dengan sendirinya dalam beberapa hari. Sebagian orang merasa lelah selama masa ini. Sangat jarang pendonor mengalami komplikasi serius setelah mendonorkan sel punca, tetapi efek samping ringan sementara mungkin terjadi.

Bagaimana sel punca diambil dari sumsum tulang?

Menurut laman National Center for Biotechnology Information, untuk mengambil sel punca dari sumsum tulang, antara 0,5 dan 1,5 liter sumsum tulang diambil dari bagian belakang tulang panggul (krista iliaka) menggunakan jarum khusus. Jumlah pastinya ditentukan oleh konsentrasi sel punca di sumsum tulang yang diambil. Untuk melakukan ini, jarum biasanya harus dimasukkan di berbagai titik pada tulang.

Sel punca kemudian diambil dari sumsum tulang di laboratorium dan dipersiapkan untuk transplantasi. Pengangkatan sumsum tulang belakang merupakan prosedur yang rumit. Pendonor diberikan anestesi umum, dan biasanya dirawat di rumah sakit selama satu hingga dua hari.

Dalam beberapa minggu pertama setelah prosedur, mungkin akan timbul memar dan nyeri di tempat jarum dimasukkan. Beberapa orang mengalami nyeri punggung sementara. Pemberian anestesi juga selalu dikaitkan dengan risiko tertentu. Dan ada risiko infeksi akibat prosedur pembedahan. Karena alasan ini, sel punca umumnya diambil dari darah saat ini.

Bagaimana sel punca diambil dari darah?

Penggunaan sel punca perifer memiliki keuntungan karena tidak memerlukan anestesi dan Anda tidak perlu tinggal di rumah sakit. Darah biasanya hanya mengandung sedikit sel punca, jadi empat hingga lima hari sebelum prosedur dilakukan, obat disuntikkan di bawah kulit (secara subkutan) sekali atau dua kali.

Obat tersebut merupakan faktor pertumbuhan yang dikenal sebagai GCSF (granulocyte colony-stimulating factor). Obat ini merangsang pergerakan lebih banyak sel punca darah dari sumsum tulang belakang ke dalam aliran darah.

Setelah beberapa hari, ketika sudah cukup banyak sel punca dalam darah, darah diambil dari vena di satu lengan dan dialirkan melalui tabung ke dalam sentrifus khusus yang disebut mesin “aferesis.” Di sini, sel punca dipisahkan dari darah (proses yang dikenal sebagai aferesis). Darah kemudian dikembalikan ke tubuh melalui tabung lain yang masuk ke vena di lengan lainnya. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.