KPK Geledah 2 Lokasi Terkait Kasus Investasi Fiktif Taspen, Bogor dan Depok!
Selasa, 24 Jun 2025, 12:05 WIBJakarta - Selasa, (24/6) penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bergerak: dua tempat digeledah terkait pengembangan kasus dugaan investasi fiktif PT Taspen yang menyeret PT Insight Investments Management (IIM). Lokasi yang menjadi target ada dua, satu di Cibinong, Bogor, dan satu lagi di Depok.
Siapa yang Digeledah?
Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, tim penggeledahan menyasar dua tempat, salah satunya rumah pengacara PT IIM, yang dicurigai mempunyai keterkaitan langsung dengan kasus. Lalu satu lokasi lagi adalah sebuah kantor, diduga milik PT IIM atau afiliasinya . Dari kedua tempat itu, tim mengamankan dokumen penting yang diharapkan dapat menjadi petunjuk tambahan. âDetail hasil penggeledahan⦠akan kami update,â kata Budi.
Kronologi Kasus Investasi Fiktif PT Taspen
Kasus bermula saat PT Taspen menempatkan dana sekitar Rp?1 triliun ke reksa dana RD?I?Next?G2 yang dikelola oleh PT IIM pada 2019. Modusnya dianggap fiktif, penempatan tanpa proses penawaran resmi, tata kelola buruk, sehingga menyebabkan kerugian negara awalnya diperkirakan Rp?200 miliar. Namun, dalam pemeriksaan terakhir oleh BPK, kerugian tersebut melonjak hingga mencapai Rp?1 triliun.
Dua orang telah menjadi tersangka: Bekas Dirut PT Taspen Antonius NS Kosasih dan mantan Dirut PT IIM, Ekiawan Heri Primaryanto.
Aliran Uang & Kerugian
Jaksa menyatakan Kosasih menikmati dana sekitar Rp?28,4 miliar ditambah mata uang asing, USD, SGD, hingga Yen yang bila dijumlahkan setara sekitar Rp?34 miliar. Ekiawan turut menikmati USD 242.390. Selain keduanya, ada dugaan aliran ke pihak lain: Rp 200 juta ke Patar Sitanggang, Rp?44,2 miliar ke PT IMM, Rp?2,46 miliar ke PT KB Valbury, Rp?108 juta ke PT Pacific Sekuritas, Rp?40 juta ke PT Sinar Emas Sekuritas, dan Rp?150 miliar ke PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.
Proses Penanganan dan Harapan KPK
Budi Prasetyo menyatakan kasus ini adalah pengembangan dari penyidikan korupsi investasi fiktif Taspen. KPK berharap semua pihak kooperatif. âDalam penyidikan baru ini⦠semua pihak untuk kooperatif membantu dengan itikad baik,â ujarnya. Sementara itu, PT Taspen menegaskan bahwa perkara yang sedang ditangani KPK adalah dugaan investasi fiktif, bukan dinyatakan sebagai korupsi hingga adanya putusan hukum tetap.
Berita Terkait:
-
KPK Sita Mobil, Dollar AS dan Singapura dalam OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat
-
Thailand akan Bangun Pagar Perbatasan Usai Bentrok dengan Kamboja
-
Pemkab Sumenep Hentikan Pengeboran Sumur di Karduluk, Kandungan Gas Picu Risiko Kebakaran dan Ledakan
-
KPK tunjukkan barang bukti
-
Strategi Satgas PRR: Sulap Kayu Hanyutan Pascabencana Jadi Hunian Warga
-
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Bakal Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada Minggu
-
Catat Nih Sejumlah Manfaat Minum Air Putih setelah Bangun Tidur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.