- Home
-
- Luar Negeri
-
- Iran Ancam Tutup Selat Hor...
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Tiongkok Terancam Krisis Energi Global
Senin, 23 Jun 2025, 15:10 WIBJakarta â Ketegangan terbaru di Timur Tengah menempatkan Tiongkok dalam posisi rentan. Parlemen Iran dilaporkan telah menyetujui langkah untuk menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan udara Amerika Serikat terhadap situs nuklir Iran. Jika direalisasikan, tindakan ini akan sangat mengganggu pasokan minyak globalâtermasuk hampir seluruh kebutuhan impor energi Tiongkok.
Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman, merupakan jalur pelayaran strategis bagi ekspor minyak dari negara-negara OPEC seperti Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait. Menurut laporan The Guardian, Senin (23/6), lebih dari 20 juta barel minyak melintasi selat ini setiap hari, menjadikannya salah satu titik paling vital dalam perdagangan energi dunia.
Ketergantungan Tiongkok terhadap jalur ini sangat besar. Sekitar 90 persen ekspor minyak Iran ditujukan ke Tiongkok. Ancaman penutupan selat secara langsung mengancam keamanan energi dan stabilitas ekonomi negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu.
Amerika Serikat pun menyoroti posisi Tiongkok dalam krisis ini. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio meminta pemerintah Tiongkok untuk menekan Iran agar tidak menutup selat tersebut. Rubio menyebut langkah itu sebagai âbunuh diri ekonomiâ bagi Teheran dan âkesalahan mengerikanâ bagi stabilitas global.
Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa serangan AS akan dibalas. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa keputusan Presiden Trump akan memiliki âkonsekuensi abadiâ. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga menyebut bahwa Israel telah melakukan âkesalahan besarâ dan âharus dihukumâ, meski tidak menyebut langsung soal Selat Hormuz.
Jika jalur tersebut ditutup, dampak global akan langsung terasa, mulai dari lonjakan harga minyak hingga inflasi di berbagai negara. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah menyerukan pengekangan internasional dan menyebut bahwa blokade Selat Hormuz akan menjadi âmasalah besar bagi ekonomi global.â
Saat ini, beberapa kapal tanker super dilaporkan mulai menghindari rute tersebut, pertanda bahwa kekhawatiran pasar mulai mengkristal. Semua mata kini tertuju pada keputusan akhir para pemimpin tertinggi Iran, yang akan menentukan apakah dunia akan menghadapi krisis energi terbesar dalam dua dekade terakhir.
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Menpar Perkuat Ekosistem Pariwisata Halal di Desa Wisata Jatimulyo, Kulon Progo
-
Blueberry: Buah Kecil yang Punya Khasiat Besar untuk Tulang
-
Antonelli Tak Terbendung, Cetak Empat Kemenangan Beruntun dan Ukir Sejarah F1
-
Kalbar Siapkan Temajuk Jadi Gerbang Wisata Perbatasan yang Mendunia
-
Raih Dua Kemenangan, John Herdman Ingin Timnas Indonesia Jaga Momentum Positif
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
Gotham City Cocok untuk Jakarta Keseluruhan?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.