Benarkah Iran Benar-benar Bisa Menutup Selat Hormuz? Ini Penjelasannya

Senin, 23 Jun 2025, 21:05 WIB

JAKARTA — Ketegangan di kawasan Teluk memuncak setelah Iran kembali melontarkan ancaman akan menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui hampir seperlima pasokan minyak dunia setiap harinya. Meskipun ancaman ini bukan pertama kalinya dilontarkan, hingga kini Iran belum pernah benar-benar mewujudkannya. Namun, berdasarkan laporan dari Al Jazeera, Senin (23/6), Iran disebut memang memiliki kapasitas militer dan politik untuk melakukannya.

Apa itu Selat Hormuz dan Mengapa Penting?

Ket. Foto: Sebuah kapal tanker melintas di Selat Hormuz. — Sumber: Reuters

Selat Hormuz terletak di antara Oman dan Uni Emirat Arab di satu sisi serta Iran di sisi lain, menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Dengan lebar hanya sekitar 33 kilometer di titik tersempitnya, dan jalur pelayaran efektif selebar 3 kilometer di tiap arah, selat ini sangat strategis dan juga rentan terhadap gangguan.

Setiap hari, sekitar 20 juta barel minyak dan gas cair—mayoritas berasal dari negara-negara anggota OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Irak, dan Iran—melintasi selat ini untuk diekspor ke pasar global.

Apakah Iran Bisa Menutupnya Secara Resmi?

Secara prosedural, keputusan penutupan Selat Hormuz tidak dapat diambil sepihak oleh parlemen Iran. Meskipun beberapa anggota parlemen telah menyerukan langkah ini, keputusan final berada di tangan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Anggota parlemen Esmail Kosari menyatakan bahwa parlemen “telah sampai pada kesimpulan bahwa kita harus menutup Selat Hormuz,” namun hal tersebut belum diratifikasi sebagai kebijakan resmi.

Sementara itu, pernyataan dari pejabat tinggi seperti Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei masih bersifat umum. Araghchi menyebut “semua opsi terbuka,” sedangkan Khamenei hanya menyatakan bahwa “Israel harus dihukum,” tanpa menyebutkan selat secara eksplisit.

Bagaimana Cara Iran Menutup Selat Hormuz?

Iran memiliki beberapa opsi militer untuk menghambat atau menutup selat tersebut:

  • Menebar ranjau laut di jalur pelayaran.

  • Menyerang atau menyita kapal dengan kekuatan militer, terutama melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

  • Mengulang strategi era “Perang Tanker” 1980-an, di mana kapal komersial dan bahkan kapal militer AS menjadi sasaran.

  • Insiden terbaru termasuk penyitaan kapal tanker Advantage Sweet di Teluk Oman pada April 2023 menunjukkan kemampuan Iran melakukan tindakan cepat terhadap kapal asing.

Apa Dampaknya Jika Selat Hormuz Ditutup?

Penutupan Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga minyak di atas US$100 per barel, mendorong inflasi global dan memperlambat pertumbuhan ekonomi, terutama di negara-negara pengimpor seperti India, Jepang, dan negara-negara Eropa.

Tiongkok, yang mengimpor hampir 90 persen minyak Iran, akan menjadi salah satu pihak yang paling terdampak. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut rencana tersebut sebagai “bunuh diri ekonomi” bagi Iran, dan memperingatkan bahwa dampaknya bisa lebih besar bagi negara lain ketimbang AS sendiri.

Namun, sejarah menunjukkan bahwa gangguan terhadap pasokan minyak dunia seringkali tidak berlangsung lama. Seperti pada invasi Irak ke Kuwait (1990), Perang Irak (2003), hingga invasi Rusia ke Ukraina (2022), harga minyak yang semula melonjak kembali stabil dalam beberapa bulan karena kapasitas produksi cadangan global.

Situasi Terkini: Retorika Meningkat, Aktivitas Maritim Masih Normal

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai gangguan langsung terhadap pelayaran di Selat Hormuz. Namun, ketegangan regional sudah berdampak pada sektor pelayaran global. Tarif angkutan laut dilaporkan melonjak rata-rata 55 persen secara bulanan, mencerminkan ketidakpastian tinggi dan meningkatnya biaya risiko operasional di kawasan.

Meskipun belum terjadi penutupan selat secara fisik, para analis memperingatkan bahwa eskalasi militer yang lebih jauh dapat mendorong Iran mewujudkan ancamannya, dengan konsekuensi ekonomi dan geopolitik yang besar di seluruh dunia.

  • Konflik Iran dan Israel

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.