Sebar Ranjau Laut, Berikut Cara Iran Tutup Selat Hormuz

Selasa, 24 Jun 2025, 06:05 WIB

JAKARTA — Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz kembali mencuat. Meskipun belum pernah direalisasikan secara penuh, laporan dari Al Jazeera pada Senin (23/6) menyebut bahwa Iran memang memiliki kapasitas militer dan prosedural untuk menutup jalur vital tersebut, termasuk melalui metode penyebaran ranjau laut.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur maritim strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, terletak di antara Iran dan negara-negara Teluk seperti Oman dan Uni Emirat Arab. Jalur ini dilewati oleh sekitar 20 juta barel minyak setiap harinya, menjadikannya salah satu “titik cekik” energi paling penting di dunia.

Ket. Foto: Ranjau Laut — Sumber: Wikipedia

Cara Iran Menutup Selat Hormuz

Menurut analis militer, terdapat sejumlah metode yang bisa digunakan Iran untuk menghentikan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Salah satunya adalah penyebaran ranjau laut di jalur pelayaran yang hanya selebar 3 kilometer di tiap arah. Karena lebar selat yang sempit dan strategis, penyebaran ranjau dinilai sebagai langkah efektif untuk mengganggu pergerakan kapal tanker.

Selain itu, Iran juga dapat melakukan penyitaan kapal-kapal niaga dengan mengerahkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), seperti yang pernah terjadi dalam insiden penyitaan kapal tanker Advantage Sweet di Teluk Oman pada April 2023. Taktik serupa digunakan Iran dalam "Perang Tanker" pada 1980-an, yang kala itu juga melibatkan serangan terhadap kapal militer AS.

Proses Keputusan Politik

Meskipun parlemen Iran telah menyuarakan dukungan terhadap penutupan Selat Hormuz, keputusan akhir tetap berada di tangan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Pernyataan-pernyataan dari pejabat tinggi seperti Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi maupun Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sejauh ini masih bersifat umum dan belum secara langsung menyebut akan menutup selat.

“Berbagai opsi tersedia bagi Iran,” ujar Araghchi. Sementara Khamenei hanya menegaskan bahwa “Israel telah melakukan kesalahan besar dan harus dihukum,” tanpa menjabarkan langkah militer tertentu.

Dampak Global Jika Selat Ditutup

Penutupan Selat Hormuz akan menyebabkan lonjakan harga minyak global hingga menembus US$100 per barel. Negara-negara pengimpor besar seperti Tiongkok, Jepang, dan negara-negara Eropa akan terpukul. Amerika Serikat sendiri memperingatkan bahwa langkah tersebut akan menjadi "bunuh diri ekonomi" bagi Iran dan justru menyakiti banyak negara lain di luar AS.

Sejarah menunjukkan bahwa guncangan terhadap pasokan energi global umumnya bersifat sementara. Namun, lonjakan harga tetap dapat mendorong inflasi dan memperlambat pemulihan ekonomi global, terutama jika eskalasi terus berlanjut.

Situasi Saat Ini: Tegang Tapi Belum Tertutup

Hingga kini, belum ada laporan tentang gangguan langsung di jalur pelayaran Selat Hormuz. Namun, ketegangan geopolitik telah berdampak pada sektor logistik. Tarif angkutan laut dilaporkan naik rata-rata 55 persen bulan ini, menandakan meningkatnya risiko operasional di kawasan.

Meski belum menutup selat secara fisik, Iran dinilai tengah memainkan tekanan strategis untuk menunjukkan bahwa jalur vital energi dunia tersebut dapat menjadi alat tawar dalam konflik yang lebih luas.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.