Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apa Itu Fenomena Solstis Utara? Jadi Penanda Awal Musim Kemarau Indonesia, Ini Penjelasan BRIN

📅 Jumat, 20 Jun 2025, 22:03 WIB | Oleh:
Apa Itu Fenomena Solstis Utara? Jadi Penanda Awal Musim Kemarau Indonesia, Ini Penjelasan BRIN Doc: ANTARA/Ady Ardiansah
Ket. Ilustrasi matahari terbit yang terlihat pada ketinggian 2.815 meter di atas permukaan laut jalur Piong Gunung Tambora di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

JAKARTA - Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin mengungkapkan fenomena astronomi yang dikenal sebagai solstis utara yang terjadi setiap tahun pada tanggal 21 Juni menjadi penanda awal musim kemarau di Indonesia.

Adapun di belahan Bumi utara seperti Eropa, Amerika Utara, dan Asia bagian utara, solstis utara menandai awal musim panas.

"Pada solstis utara, Matahari mencapai titik paling utara di langit dan menjadi penanda penting dalam siklus musim," kata Thomas dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (20/6).

Thomas menjelaskan fenomena solstis merupakan hasil dari kemiringan 23,5 derajat sumbu rotasi Bumi.

"Karena itu, saat Bumi mengorbit matahari, kita melihat pergeseran posisi terbit dan terbenam Matahari," ucapnya.

Thomas menjelaskan sejak 22 Desember hingga 21 Juni, titik terbit dan terbenam Matahari secara perlahan bergeser ke arah utara. Pada 21 Juni, Matahari tampak “berhenti” di titik paling utara sebelum kemudian kembali bergeser ke selatan.

Menurut dia, perubahan posisi Matahari menyebabkan pergeseran pemanasan bumi yang mempengaruhi arah angin dan pergerakan awan.

"Setelah solstis utara, angin secara umum mulai bertiup dari selatan ke utara. Angin ini mendorong pembentukan awan ke arah utara, sehingga Indonesia secara umum mulai memasuki musim kemarau," ucap Thomas Djamaluddin.

Diketahui, solstis utara (juga dikenal sebagai solstis Juni) juga menyebabkan berbagai hal lain di bagian Bumi yang lain, seperti belahan Bumi utara mengalami siang terpanjang dan malam terpendek dalam setahun, Matahari tampak tepat di atas garis balik utara (Tropic of Cancer).

Di samping itu, di wilayah kutub utara bahkan bisa terjadi Matahari tengah malam (matahari tidak terbenam sama sekali). Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.