UE Tawarkan Tarif 10% untuk Cegah Kenaikan Bea Masuk AS
📅 Selasa, 17 Jun 2025, 16:05 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA - Para negosiator Uni Eropa di Brussels tengah menyusun strategi dengan menawarkan penerimaan tarif 10% atas semua ekspor UE ke Amerika Serikat, demi menghindari kenaikan bea masuk yang lebih tinggi terhadap produk unggulan seperti mobil, obat-obatan, dan barang elektronik. Laporan ini disampaikan oleh surat kabar Handelsblatt pada hari Senin, mengutip pernyataan dari negosiator tingkat tinggi di Eropa.
Tawaran ini bukan bersifat permanen, melainkan akan diajukan dengan syarat tertentu, sebagaimana ditegaskan dalam laporan tersebut. Hal ini menunjukkan kehati-hatian UE dalam menjaga kepentingan dagangnya, sambil tetap membuka ruang kompromi dengan pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump.
Sebagai bagian dari kompromi, UE juga disebut siap memangkas tarif atas kendaraan buatan AS, serta mempertimbangkan perubahan hambatan teknis atau hukum yang selama ini menyulitkan produsen mobil Amerika menjual produk mereka di pasar Eropa.
Langkah lainnya yang dikabarkan telah ditawarkan UE adalah pelarangan total pembelian gas alam dari Rusia, sebagai bentuk solidaritas geopolitik dan untuk membuka lebih banyak peluang pasar bagi produsen energi AS. Hal ini dinilai akan memperkuat posisi tawar UE di mata pemerintahan Trump, yang sangat mendukung peningkatan ekspor energi AS.
Namun demikian, Komisi Eropa belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut. Sementara itu, Handelsblatt juga menyebut bahwa posisi negosiasi UE didorong oleh pemahaman bahwa Trump membutuhkan pendapatan dari tarif impor untuk mendanai rencana pemotongan pajak domestik yang telah diumumkannya sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, pemerintah AS belum menyetujui untuk menetapkan batas tarif atas mobil Eropa hingga maksimal 10%. Ketidaksepakatan ini menunjukkan bahwa proses negosiasi masih berjalan alot, meski ada keinginan dari kedua belah pihak untuk menghindari eskalasi perang dagang yang dapat merugikan ekonomi global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!