Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Ketahanan Pangan, NTB Dorong Pembangunan Silo

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 17:12 WIB | Oleh:
Perkuat Ketahanan Pangan, NTB Dorong Pembangunan Silo Doc: AFP
Ket. Ilustrasi petani jagung

MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya memperkuat ketahanan pangan dengan mendorong pembangunan silo untuk menyimpan jagung dan padi secara massal.

"Silo bukan hanya infrastruktur, tetapi fondasi bagi kesejahteraan petani Nusa Tenggara Barat," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Eva Dewiyani dalam keterangan di Mataram, NTB, Selasa.

Eva menuturkan pembangunan silo menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas penyimpanan gabah dan jagung di Nusa Tenggara Barat yang selama ini berdampak terhadap fluktuasi harga dan rendahnya daya serap hasil panen petani.

Untuk itu, Pemerintah NTB bersama investor dari Turki dan Bulog berencana menjalin kemitraan dalam proyek strategis membangun fasilitas silo.

"Sinergi lintas organisasi perangkat daerah dan komitmen diperlukan untuk eksekusi cepat dan tepat," ujar Eva.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024, Nusa Tenggara Barat menghasilkan jagung pipilan kering sebanyak 1,21 juta ton dari luas lahan panen mencapai 173,76 ribu hektare.

Sedangkan, hasil produksi berupa gabah kering giling sebanyak 1,45 juta ton dari luas tanam padi 282 ribu hektare.

Pemerintah NTB menyiapkan beberapa langkah strategis untuk pembangunan fasilitas silo mulai dari finalisasi feasibility study oleh investor bersama Bappeda, identifikasi dan penyediaan lahan oleh Dinas PUPR dan BPKAD, penyusunan dokumen kerjasama investasi oleh DPMPTSP dan Biro Hukum.

Kemudian, koordinasi teknis dengan Bulog dan Kementerian Pertanian, serta penyesuaian tata ruang dan lingkungan oleh DLHK dan Bappeda.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi NTB Lalu Muhammad Faozal menyoroti pentingnya kejelasan rantai pasok dan distribusi dalam proyek pembangunan silo.

Dia mengingatkan petani kecil membutuhkan hasil penjualan yang langsung, sehingga sistem pengumpulan dan distribusi hasil panen perlu dirancang matang agar tidak menyulitkan petani. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.