Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkenalkan Budaya Bangsa, Kemenbud Adakan Pameran di Belanda

📅 Minggu, 15 Jun 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkenalkan Budaya Bangsa, Kemenbud Adakan Pameran di Belanda Doc: Antara
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka secara resmi acara pameran dan simposium perkembangan seni dan budaya Indonesia dari masa lalu hingga kini bertajuk 'Verleden–Heden' di Sekolah Indonesia Den Haag (SIDH), Wassenaar, Belanda pada Jumat (13/6).

Wassenaar, Belanda - Kementerian Kebudayaan menggelar pameran bertajuk "Verleden–Heden: Past–Present, Art Schools in Indonesia" di Sekolah Indonesia Den Haag (SIDH), Wassenaar, Belanda, yang memamerkan refleksi perkembangan seni dan budaya Indonesia dari masa lalu hingga kini.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan dalam siaran pers Kementerian Kebudayaan, Sabtu (14/6), bahwa acara itu berfungsi sebagai wadah dialog yang menghubungkan masa lalu, sekarang, dan masa depan, khususnya dalam konteks sejarah pendidikan seni di Indonesia.

“Pameran ini layaknya sebuah percakapan, atau ruang dialog antara masa lalu, masa kini, dan masa depan, terutama dalam menelusuri sejarah pendidikan seni di Indonesia,” ujar Fadli Zon dalam pidatonya

Pameran itu menghadirkan perjalanan visual dan naratif yang komprehensif melalui arsip, karya seni, dokumentasi, dan kisah-kisah dari institusi seni terkemuka seperti Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Karya-karya dari tokoh-tokoh kunci dalam sejarah pendidikan seni Indonesia, termasuk R.J. Katamsi, salah satu pendiri ISI Yogyakarta, dan Simon Admiraal, tokoh penting dalam perkembangan seni rupa modern di ITB, turut dipamerkan.

"Melalui jejak para tokoh dan institusi seni yang ditampilkan, kita dapat merefleksikan bagaimana seni telah menjadi bagian integral dari pembentukan identitas bangsa, sekaligus menjembatani hubungan antarbudaya," katanya.

Menbud juga menegaskan bahwa di tengah sejumlah tantangan terkini seperti ketegangan geopolitik, krisis iklim dan disrupsi digital, seni dan budaya sangat dibutuhkan untuk memperkuat pemahaman, resiliensi, dan perdamaian umat manusia.

"Verleden–Heden menjadi ruang dialog antar generasi dan antarbangsa. Kegiatan ini dapat menjadi jembatan antara Indonesia dan Belanda, sekaligus mercusuar komitmen kita terhadap keadilan budaya dan kebebasan berekspresi," ujar Fadli.

Kementerian Kebudayaan melibatkan kurator pameran dari akademisi ITB dan Universitas Leiden, Aminuddin T.H. Siregar.

Sedangkan rangkaian acara, selain pameran dan simposium, juga terdapat diskusi terbuka hingga lokakarya yang melibatkan seniman, akademisi, pelajar, serta komunitas diaspora Indonesia di Belanda.

Pameran dan simposium "Varleden-Heden" dibuka secara resmi oleh Menteri Kebudayaan pada Jumat (13/6).

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda Mayerfas, para Rektor ISI Yogyakarta dan ISI Bali, serta perwakilan ITB, dan perwakilan akademisi dan kurator dari Universitas Leiden.

Kementerian Kebudayaan berharap inisiatif seperti Verleden–Heden itu dapat menjadi katalisator bagi pertukaran gagasan, refleksi kritis atas sejarah bersama, dan ruang kolaborasi baru yang mempererat hubungan seni dan budaya antara Indonesia dan Belanda di masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.