Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Liga Inggris “Terbebani” Meski Cetak Rekor Pendapatan 137 Triliun Rupiah

📅 Jumat, 13 Jun 2025, 08:55 WIB | Oleh:
Liga Inggris “Terbebani” Meski Cetak Rekor Pendapatan 137 Triliun Rupiah Doc: AFP
Ket. Logo Liga Inggris

LONDON, INGGRIS – Klub-klub Premier League (Liga Inggris) mencatatkan rekor pendapatan gabungan sebesar 6,3 miliar pound (sekitar 137 triliun rupiah) pada musim 2023-24. Namun, di balik rekor tersebut, muncul kekhawatiran soal ketimpangan kompetisi dan meningkatnya keresahan suporter, menurut laporan terbaru Deloitte.

Lonjakan pemasukan 20 klub kasta tertinggi Inggris itu didorong oleh pendapatan komersial yang untuk pertama kalinya menembus angka 2 miliar pound, serta peningkatan pendapatan hari pertandingan (matchday) menjadi lebih dari 900 juta pound.

Klub-klub Inggris masih jauh unggul secara finansial dibanding rival-rival Eropa mereka. La Liga Spanyol, sebagai liga dengan pendapatan tertinggi kedua, hanya menghasilkan sekitar 3,8 miliar euro, hampir setengahnya berasal dari Real Madrid dan Barcelona.

Namun, di balik angka-angka menggiurkan itu, suasana di stadion semakin panas. Protes suporter soal kenaikan harga tiket dan makin tersingkirnya fans lokal karena membludaknya turis telah menjadi pemandangan umum.

“Tak diragukan lagi bahwa sistem sepak bola Inggris sedang dalam tekanan,” ujar Tim Bridge, mitra utama Deloitte Sports Business Group.

“Laporan demi laporan mengenai keresahan suporter terkait harga tiket dan aksesibilitas menunjukkan tantangan besar dalam menyeimbangkan pertumbuhan komersial dengan jati diri klub sebagai aset komunitas.”

Situasi semakin kompleks dengan rencana pembentukan badan regulator independen untuk lima divisi teratas di Inggris. Ketidakpastian regulasi itu turut membayangi masa depan keuangan dan struktur liga.

Lebih jauh, dua musim terakhir menunjukkan pola mengkhawatirkan: tiga klub promosi dari Championship langsung terdegradasi kembali. Fenomena "yo-yo club" ini, menurut Deloitte, membawa dampak besar terhadap belanja klub dan daya saing kompetisi.

“Efek keuangan dari promosi-degradasi cepat ini menjadi isu penting yang harus ditangani demi menjaga daya tarik investasi di seluruh ekosistem,” tambah Bridge dalam Annual Review of Football Finance.

Di sisi lain, total pendapatan klub-klub Eropa naik delapan persen menjadi 38 miliar euro, dipacu oleh pertumbuhan pendapatan komersial dan pembangunan infrastruktur stadion.

Kabar positif juga datang dari sepak bola wanita. Liga Super Wanita Inggris (WSL) mencatat pertumbuhan pendapatan 34 persen menjadi 65 juta pound pada musim 2023-24, dan diproyeksikan mencapai 100 juta pound musim depan. Ini menandakan semakin kuatnya posisi sepak bola wanita sebagai komoditas yang menjanjikan di pasar olahraga global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

57 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.