Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Australia Luncurkan Basis Data Tulang Hewan 3D Pertama di Dunia

📅 Jumat, 13 Jun 2025, 17:10 WIB | Oleh:
Australia Luncurkan Basis Data Tulang Hewan 3D Pertama di Dunia Doc: Antara/Xinhua
Ket. Gambar menunjukkan beberapa bagian tulang dari spesies Australia yang diambil oleh "Ozboneviz", basis data 3D daring baru yang dikembangkan oleh Universitas Flinders Australia dan para mitranya.

CANBERRA - Satwa liar Australia, baik yang masih hidup maupun telah punah, kini dapat diakses oleh dunia dengan detail yang menakjubkan berkat basis data tiga dimensi (3D) daring baru yang dinamai Ozboneviz.

Dikembangkan oleh Universitas Flinders Australia dan para mitranya, perpustakaan data keanekaragaman hayati 3D dengan akses terbuka terbesar di Australia itu menampilkan lebih dari 1.600 kerangka digital, termasuk kerangka kanguru, platipus, burung emu, harimau Tasmania dan bandekut berkaki seperti babi yang telah punah serta hewan-hewan lainnya, menurut pernyataan dari universitas yang berbasis di Adelaide tersebut pada Rabu (11/6).

Proyek tersebut menggunakan pemindaian dan pencitraan tomografi terkomputasi (CT) yang canggih untuk memotret anatomi 189 spesies ikonis. Model-model itu disimpan dalam platform MorphoSource, yang mengelola sistem katalog bergaya museum dan terbuka bagi semua pihak yang ingin mengunduhnya untuk penggunaan nonkomersial, papar pernyataan tersebut.

Sebagian besar tulang didigitalisasi menggunakan pemindai cahaya terstruktur. Sementara, spesimen yang langka atau rapuh seperti tikus kanguru gurun yang diduga telah punah, dipindai dengan tomografi terkomputasi beresolusi tinggi untuk menangkap struktur internalnya, menurut proyek penelitian tersebut, yang diuraikan secara detail dalam BioScience, jurnal resmi milik American Institute of Biological Sciences.

Sketchfab, sebuah situs pendamping menyoroti lebih dari 500 tulang yang paling informatif, yang dilengkapi dengan anotasi edukasional. Basis data itu bertujuan untuk mendukung penelitian, pendidikan, dan minat publik terhadap fauna Australia yang menakjubkan dan sering kali terancam punah, ujar Associate Professor Vera Weisbecker dari Universitas Flinders selaku pemimpin proyek itu.

"Kita semua terpukau dengan tulang-tulang dan basis data baru ini membuat kita seolah bisa masuk ke bilik kaca di museum, mengamati spesimen dari dekat, dan memahami ciri khas mereka," tutur Weisbecker, yang juga menambahkan bahwa Ozboneviz diharapkan dapat menciptakan standar baru bagi koleksi sejarah alam digital secara global. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Luar Negeri
Kabut Asap Indonesia Membur...
Olahraga
Alwi Tersingkir dari French...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.