Pemerintah Diharapkan Tetapkan Gunung Tambora sebagi Kawasan Konservasi Alam dan Kebudayaan
Kamis, 12 Jun 2025, 17:38 WIBBIMA â Anggota MPR RI Johan Rosihan berharap pemerintah pusat menetapkan Gunung Tambora sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN), berbasis konservasi dan kebudayaan.
Ia juga mengusulkan dibentuknya pusat interpretasi geowisata dan edukasi berbasis sejarah serta program kolaborasi riset internasional untuk menarik perhatian dunia terhadap pentingnya pelestarian kawasan ini.
âTambora adalah simfoni alam, sejarah, dan masa depan konservasi Indonesia. Kita tidak bisa lagi memisahkan antara pelestarian, edukasi, dan pengembangan ekonomi lokal berbasis wisata berkelanjutan,â ujar Johan.
Hal itu disampaikan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, di ketinggian 2.851 mdpl Puncak Tambora, dalam kegiatannya mendaki dan mengunjungi langsung ke puncak Gunung Tambora bersama tim dari Taman Nasional Tambora, Rabu (11/6).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Johan dalam mendorong pelestarian kawasan konservasi sekaligus pengembangan Tambora sebagai pusat edukasi dan pariwisata berkelanjutan di Pulau Sumbawa.
Johan menyebut bahwa Gunung Tambora bukan sekadar destinasi wisata alam, tetapi merupakan kawasan yang menyimpan nilai ekologis, historis, dan strategis dalam kebijakan pembangunan nasional. Ia menegaskan perlunya pengelolaan terpadu yang tidak hanya fokus pada pelestarian alam, tetapi juga penguatan identitas sejarah dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Letusan Tambora pada tahun 1815 merupakan peristiwa vulkanik terbesar dalam sejarah modern yang berdampak global. Johan menilai narasi sejarah besar ini belum sepenuhnya diangkat dalam sistem pendidikan nasional maupun dalam kerangka promosi wisata budaya.
âDulu Tambora menyapa dunia melalui letusannya yang mengubah iklim global. Kini saatnya dunia menyapa Tambora melalui riset, konservasi, dan pariwisata edukatif yang berkeadilan,â papar Anggota Komisi IV DPR RI ini.
Selain mendorong kebijakan konservasi, Johan juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam sistem ekowisata dan pengawasan kawasan. Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal adalah kunci keberhasilan pengelolaan jangka panjang.
âIni adalah langkah kami untuk mengangkat Tambora dalam agenda kebijakan nasional, dan mengundang semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha, akademisi, maun komunitas lokal untuk menjadikan Tambora sebagai teladan dalam harmoni antara alam, budaya, dan pembangunan,â tandasnya.
- kawasan konservasi
- gunung tambora
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
AS Jatuhkan Sanksi kepada 2 Entitas dan 6 Individu Karena Menggalang Dana untuk Korea Utara
-
Guru Besar UNJ: Prabowo Tunjukkan Konsistensi Kuat dalam Isu Ketahanan dan Kedaulatan Pangan
-
Perbankan Syariah Umat Menguat: BPRS Muhammadiyah Jadi Game Changer?
-
Zulhas: Pemberdayaan Ekonomi Desa Jadi Kunci
-
Panglima TNI dan Ratusan Sahabat Lama Berbagi di CFD dan Nobar Film Believe
-
Keroyokan Melestarikan Bentang Alam Bukit Tiga Puluh
-
Jalani Laga Penentuan Menghadapi Man City, Xabi Alonso: "Saya Menantikan Apa yang Akan Datang"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.