Mahasiswa UMM Berhasil Ciptakan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah
📅 Kamis, 12 Jun 2025, 19:05 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-UMM
MALANG - Minyak jelantah, salah satu limbah lingkungan di tangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mampu disulap menjadi lilin aromaterapi.
Koordinator tim dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, jurusan Hubungan Internasional (HI) UMM, Alvinda Wijaya mengemukakan minyak jelantah menjadi salah satu penyumbang terbesar pencemaran lingkungan.
"Minyak jelantah ini seringkali dibuang sembarangan, ke tanah atau saluran air yang dapat mencemari lingkungan, bahkan berbahaya bagi kesehatan tubuh," kata Alvinda Wijaya di Malang, Jawa Timur, Kamis.
Namun, di tengah tantangan ini, muncul secercah harapan dengan solusi inovatif, yakni mengolah limbah itu menjadi lilin aromaterapi.
Ide ini bermula dari mata kuliah Gerakan Sosial di semester 5 yang didampingi dosen Ruli Inayah Ramadhoan, M.Si.
Sebaiknya Anda baca juga:
Alvinda yang akrab disapa Jo itu menjelaskan bahwa inovasi ini didorong oleh kepedulian terhadap dampak minyak jelantah bagi lingkungan.
Ia dan timnya kemudian mengajak masyarakat, khususnya di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan untuk memanfaatkan limbah yang sering dianggap tak berguna ini.
Meskipun rumit, kata Jo, bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat lilin aromaterapi ini sederhana. Untuk menjernihkan minyak jelantah, mereka menggunakan arang aktif (arang kayu). Jika bau masih membandel, minyak dapat dihangatkan, digoreng dengan bawang bombay, kemudian ditambahkan empat sendok bleacher sambil terus diaduk hingga tidak menggumpal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di awal proyek ini, Jo dan tim dihadapkan pada beberapa tantangan. Jo mengaku gugup saat harus berbicara di depan banyak orang, terutama saat menghadapi sekitar 30 ibu PKK. Selain itu, tantangan teknis dalam meracik lilin juga tak kalah seru.
"Tantangan membuat lilin saat pertama kali itu harus memikirkan rumus yang tepat, seperti berapa gram steric acid-nya (bahan pengeras lilin) dan esensial oil. Kemudian, terkait minyak jelantah yang kadang susah menghilangkan baunya,” katanya.
Lilin aromaterapi dari minyak jelantah ini bukan sekadar penerangan biasa. Produk ini menawarkan aroma yang khas dan memikat, karena diberi esential oil atau fragrance oil, sehingga tidak hanya memberikan penerangan, namun juga menciptakan suasana yang menenangkan.
Selain itu, lilin aromaterapi ini juga bisa diberi hiasan dan aneka ragam wadah, yang menjadi keunggulan produk ini dalam menjual kreativitas dan ketertarikan kepada konsumen.
Yang paling penting, karena bahannya dari minyak jelantah, produk ini termasuk dalam gerakan peduli lingkungan sekaligus menambah kreativitas warga yang membuatnya.
Jo dan tim menargetkan penjualan lilin ini ke hotel atau tempat spa yang membutuhkan lilin beraroma. Namun, dengan pemikiran untuk menjual secara daring, ia berharap target pasar produk ini dapat melebar luas dan menjangkau lebih banyak konsumen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!