Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini yang Dilakukan Arema FC untuK PeringatI '1.000 Hari' Tragedi Kanjuruhan

📅 Kamis, 26 Jun 2025, 23:45 WIB | Oleh:
Ini yang Dilakukan Arema FC untuK PeringatI '1.000 Hari' Tragedi Kanjuruhan Doc: ANTARA/HO-MO Arema FC
Ket. Jajaran manajemen, pemain, ofisial Arema FC, dan perwakilan Presidium Aremania Utas mengikuti prosesi doa bersama memperingati "1.000 Hari" Tragedi Kanjuruhan yang diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (26/6).

MALANG - Pemain, ofisial, hingga manajemen Arema FC memanjatkan doa bersama bagi 135 korban Tragedi Kanjuruhan, sekaligus memperingati "1.000 Hari" kejadian tersebut, yang diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Kamis.

"Inti dari pembacaan doa ini adalah untuk mendoakan (korban) saat tragedi kemarin," kata General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi di Malang.

Pelaksanaan doa bersama itu dilakukan setelah berakhirnya sesi latihan Arema FC. Terlihat pemain asing milik klub berjuluk Singo Edan, seperti Lucas Frigeri dan Thales Lira mengikuti prosesi sakral tersebut.

Selain pemain hingga jajaran manajemen Arema FC, terlihat juga perwakilan dari jajaran Presidium Aremania Utas yang ikut bergabung di dalam agenda doa bersama itu.

Sebagaimana diketahui, Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 menjadi catatan kelam kelam di dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Tragedi Kanjuruhan pecah setelah berakhir pertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Pada peristiwa itu menyebabkan 135 orang harus kehilangan nyawa.

Tragedi Kanjuruhan pun mendapatkan atensi besar, tak hanya dari federasi sepak bola dalam atau PSSI tetapi juga tataran pemerintah di tingkat pusat dan daerah.

Publik internasional pun turut menyoroti kejadian tersebut, termasuk dari beberapa barisan suporter klub sepak bola luar negeri.

Ungkapan dan ucapan duka cita mengalir tidak hanya secara langsung tetapi juga melalui dunia maya.

Kolom jagat media sosial saat itu dipenuhi dukungan terhadap korban, sekaligus tuntutan agar kasus ini bisa diusut dengan tuntas sebagaimana mekanisme hukum yang berlaku.

Di sisi lain, Yusrinal menyatakan bahwa doa bersama ini diselenggarakan juga untuk memperingati tradisi Jawa, yakni malam satu suro atau "suroan".

"Ada bacaan doa akhir dan awal tahun yang kami panjatkan," ucapnya.

Sementara itu, sejumlah masyarakat di Kota Malang juga memperingati "1.000 Hari" Tragedi Kanjuruhan dengan melakukan aksi damai di depan balai kota setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

20 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.