Aksi Protes LA Menyebar di Seluruh AS Jelang Gerakan 'No Kings' 14 Juni
📅 Kamis, 12 Jun 2025, 10:24 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: USA Today
LOS ANGELES - Aksi protes terhadap kebijakan imigrasi keras Donald Trump menyebar di seluruh Amerika Serikat pada Rabu (11/6) meskipun ada tindakan keras yang didukung militer di Los Angeles dan ancaman presiden akan menggunakan "kekuatan besar".
Di Los Angeles, tempat kerusuhan dimulai Jumat lalu, jam malam yang dimaksudkan untuk mencegah orang-orang memasuki kawasan pusat kota sebagian besar efektif, polisi menangkap sekitar 25 orang yang menolak pergi.
Petugas berpatroli di dekat gedung-gedung pemerintah, dan pemilik toko menutup jendela dengan papan untuk melindungi diri dari vandalisme.
Namun kawasan itu sepi pada hari Rabu.
"Saya katakan sebagian besar semuanya baik-baik saja di Ground Zero," kata pengunjuk rasa Lynn Sturgis (66), seorang pensiunan guru sekolah, kepada AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kota kita sama sekali tidak terbakar, tidak hangus terbakar, seperti yang coba dikatakan oleh pemimpin kita yang mengerikan itu."
Sekitar 1.000 tentara dari 4.700 yang diperintahkan Trump ke kota itu secara aktif menjaga fasilitas negara dan bekerja bersama agen ICE, kata Scott Sherman, Wakil Komandan Jenderal Angkatan Darat Utara, yang memimpin operasi.
Sisanya, termasuk 700 Marinir aktif, sedang berkumpul, atau menjalani pelatihan menangani gangguan sipil, katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pentagon mengatakan pengerahan itu akan membebani pembayar pajak sebesar 134 juta dollar.
Protes yang sebagian besar berlangsung damai dipicu oleh meningkatnya upaya penangkapan migran yang berada di negara itu secara ilegal.
Berbagai insiden kekerasan, termasuk pembakaran taksi tanpa pengemudi dan pelemparan batu ke polisi, memicu respons besar-besaran dari pihak berwenang dengan menggunakan gas air mata dan senjata pengendali massa lainnya.
Trump memenangkan pemilu tahun lalu sebagian karena janjinya untuk memerangi apa yang ia sebut sebagai "invasi" oleh imigran tidak berdokumen.
Sekarang ia mengambil kesempatan untuk memanfaatkan peluang politik, dengan memerintahkan Garda Nasional California untuk dikerahkan meskipun ada keberatan dari Gubernur Gavin Newsom. Ini pertama kalinya seorang presiden AS mengambil tindakan seperti itu dalam beberapa dekade.
"Jika pasukan kita tidak dikerahkan ke Los Angeles, kota itu akan terbakar habis sekarang," tegas Trump di media sosial pada hari Rabu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!