PBSI Segera Lakukan Evaluasi Menyeluruh Demi Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia
Rabu, 11 Jun 2025, 02:01 WIBJAKARTA - Gagal meraih satu gelar pun di Indonesia Open 2025 membuat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menjadi sorotan. Kritik tajam datang dari berbagai kalangan, mulai dari pengamat, pecinta bulu tangkis, hingga netizen yang menyoroti performa minim prestasi sepanjang paruh pertama tahun ini.
Wakil Ketua Umum I PBSI yang juga menjabat Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat, memastikan evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan. âDalam beberapa hari ke depan, saya akan mengevaluasi dari pelatih sampai pemain,â ujar Taufik dalam pernyataan tertulis yang diterima Selasa (10/6).
Meski tak satu pun wakil Indonesia menjuarai turnamen BWF Super 1000 ini, Taufik menyampaikan apresiasi bagi seluruh atlet yang telah bertarung. Ucapan khusus ia tujukan kepada pasangan Sabar Karyaman Gutama/Reza Pahlevi Isfahani yang sukses menjadi finalis ganda putraâsatu-satunya wakil Merah Putih yang mencapai final meski berstatus non-pelatnas.
âTerima kasih untuk semua atlet yang sudah berjuang. Walau disayangkan belum ada yang juara, kita tetap harus menghargai usaha mereka,â ujarnya.
PBSI kini menghadapi tuntutan pembenahan dari berbagai sisi. Sepanjang enam bulan pertama 2025, tim Indonesia baru mengoleksi dua gelar juara dari turnamen level BWF Super 300, yakni Thailand Masters (ganda putri Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti) dan Taiwan Open (ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathanael Pasaribu). Belum ada prestasi menonjol di ajang level Super 500 ke atas.
âKita harus realistis, belum ada perubahan signifikan. Evaluasi total wajib dilakukan agar kita tidak semakin tertinggal dari negara lain,â tegas Taufik.
Persoalan lainnya adalah pembatasan peringkat yang menyulitkan pemain tampil di turnamen elite. Selain itu, PBSI dinilai kurang cermat dalam pemilihan turnamen dan belum konsisten membina regenerasi, terutama di sektor tunggal. Negara-negara seperti India, Taiwan, hingga tetangga dekat seperti Malaysia dan Thailand, kini dinilai lebih solid dalam mencetak pemain pelapis yang menjanjikan.
âRegenerasi kita masih lemah. Sirkuit Nasional sebenarnya awal yang baik, tapi ketika naik ke level senior, performa mereka malah menurun,â ujar Taufik. Dia juga menyoroti lemahnya mental bertanding dan belum optimalnya penerapan sport science sebagai faktor penghambat.
Taufik berharap masyarakat tetap memberikan dukungan. âMohon maaf dan mohon bersabar bagi pecinta bulu tangkis Indonesia. Kami terus bekerja memaksimalkan pemain top dan menyiapkan generasi baru,â ucapnya.
Turnamen berikutnya yang akan diikuti tim Indonesia adalah Japan Open 2025 yang berlangsung pada tanggal  20â25 Juli mendatang. Ajang BWF Super 750 ini juga akan menjadi debut pasangan baru Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di ganda putra. Mereka menggantikan Daniel Marthin yang sedang dalam masa pemulihan cedera serta Muhammad Rian Ardianto yang tengah fokus pada keluarga.
PBSI dihadapkan pada pekerjaan rumah besar untuk kembali mengangkat prestasi bulu tangkis Indonesia ke level dunia. Evaluasi menyeluruh diharapkan menjadi titik balik menuju kejayaan.Â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Red Bull Luncurkan Program Next Generation, Cari Atlet Muda Berbakat Indonesia
-
Spam Judol Makin Marak, Pemerintah Diminta Tegas ke Platform Digital
-
Sebanyak 1.812 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Siap Lakukan Pendataan di Jakarta Timur
-
Stabilkan Harga Pangan dan Energi agar Dampaknya Terasa Langsung ke Masyarakat
-
Laga Berat Menanti Lima Wakil Indonesia di Babak Pertama Thailand Open
-
Parade Budaya Sambut Hari Jadi DKI Jakarta ke-499
-
Persoalan HAM Harus Diselesaikan dari Hulu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.