BUMDes Jadi Motor Ekonomi Desa

Rabu, 19 Agu 2026, 06:10 WIB

Potensi Daerah

JAKARTA – Penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUM­Des) penting untuk menjadi­kan desa bukan sekadar peneri­ma program, tetapi juga pelaku ekonomi yang mampu menge­lola potensi lokal secara pro­duktif. BUMDes dapat menjadi penggerak usaha, membuka lapangan kerja, memperluas akses pasar, sekaligus mening­katkan pendapatan asli desa. 

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Ekonom Universitas Para­madina Wijayanto Samirin me­nilai, pemerintah perlu mem­perkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengembangan ekonomi desa. Menurut dia, BUMDes yang selama ini sudah ada dan men­jalankan kegiatan usaha di ber­bagai desa seharusnya dapat di­optimalkan untuk membangun rantai pasok ekonomi desa.

“Perlu penguatan peran BUMDes, yang sesungguhnya selama ini sudah ada dan ber­operasi,” ujar Wijayanto di Ja­karta, Selasa (18/8).

Dia mengatakan pengem­bangan ekonomi desa juga perlu diarahkan pada penguat­an produk unggulan melalui konsep satu desa satu produk unggulan. Dengan bergitu, kegiatan ekonomi desa tidak hanya berorientasi pada dis­tribusi barang, melainkan juga mampu menciptakan kegiatan produksi dan nilai tambah.

Dalam hal itu, dia menilai program Koperasi Desa/ Kelu­rahan Merah Putih (KDKMP) sebaiknya tak hanya berfungsi sebagai warung atau outlet distribusi. “KDKMP didorong jangan hanya menjadi waru­ng atau outlet distribusi, tetapi juga menjadi bagian dari pro­ses produksi, walaupun ini ti­dak mudah,” jelasnya.

Perkuat UMKM

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 30.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat beroperasi se­cara optimal pada ak­hir 2026. Dia menyebut target tersebut ditetap­kan untuk memper­kuat koperasi sebagai pusat ekonomi rakyat sekali­gus memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat desa.

“Target kita 30.000 koperasi beroperasi secara optimal pada akhir 2026. Ini target,” ujar Presiden dalam Si­dang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI pada 14 Agustus lalu.

Saat ini, sebanyak 10.000 KDKMP telah beroperasi. Dari jumlah tersebut, 3.300 koperasi telah beroperasi secara optimal, sementara sisanya masih tahap penyesuaian.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.