- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Sulit Bersepakat den...
Trump Sulit Bersepakat dengan Tiongkok dengan Tarif Baja Naik Dua Kali Lipat
Kamis, 05 Jun 2025, 01:10 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS),Donald Trump, pada Rabu (4/6), mengatakan, sangat sulit untuk mencapai kesepakatan dengan pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, ketika ia meningkatkan perang perdagangan globalnya dengan menggandakan tarif impor baja dan aluminium.
Komentar dan pungutan yang lebih tinggi datang ketika para menteri Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan atau Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) berkumpul untuk membahas prospek ekonomi dunia sehubungan dengan pendekatan keras AS terhadap perdagangan yang telah mengguncang pasar dunia.
Trump menyapu tarif sekutu dan musuh telah mempererat hubungan dengan mitra dagang dan memicu kesibukan negosiasi untuk menghindari tarif.
Gedung Putih telah menyatakan bahwa Presiden akan berbicara dengan Xi minggu ini, meningkatkan harapan mereka dapat meredakan ketegangan dan mempercepat kesepakatan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.
Namun, pada dini hari 4 Juni, Trump tampaknya mengurangi harapan untuk kesepakatan cepat.
âSaya suka Presiden Xi dari Tiongkok, selalu memiliki, dan akan selalu, tetapi dia SANGAT SULIT, DAN SANGAT KERAS UNTUK MEMBUAT KESEPAKATAN !!! â kata Trump dalam postingannya di platform Social Thruth.
Tiongkok adalah target utama perang tarif yang dilancarkan Trump pada 2 April lalu, dengan mengenakan tarif pungutan 145 persen atas barang-barangnya dan memicu tarif balasan sebesar 125 persen pada barang-barang AS.
Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan de-eskalasi sementara pada bulan Mei, setelah presiden AS menunda sebagian besar tindakan pengenaan tarif di negara-negara lain sampai 9 Juli.
Pernyataan terbarunya datang beberapa jam setelah tarif aluminium dan baja digandakan dari 25 persen menjadi 50 persen, meningkatkan suhu dengan berbagai mitra.
OECD yang merupakan kelompok dari 38 negara sebagian besar adalah negara maju memangkas perkiraan pertumbuhan globalnya di belakang pungutan Trump, ketika para menteri kelompok mengadakan pertemuan pada 3 Juni dan 4 Juni.
Kepala ekonom OECD, Alvaro Pereira kepada AFP mengatakan perdagangan, konsumsi dan investasi telah dipengaruhi oleh tarif dan memperingatkan bahwa ekonomi AS akan paling terdampak.
Proses Banding
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dan komisaris perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic akan mengadakan pembicaraan di sela-sela pertemuan, di mana blok Eropa berusaha untuk mencegah pungutan yang lebih tinggi menjelang tenggat waktu 9 Juli.
Dengan lonjakan tarif AS terbaru pada baja dan aluminium sangat disesalkan oleh Uni Eropa. Mereka menganggap keputusan untuk menggandakan retribusi telah merusak upaya yang sedang berlangsung untuk mencapai solusi yang dinegosiasikan dengan AS.Â
- Negosiasi Dagang
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
OIKN Gerak Cepat! Embung dan Kolam Retensi Dibangun untuk Amankan Air Ibu Kota Baru
-
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran Saat Perayaan HUT ke-17 Gerindra di Sentul
-
Deal Dagang Harus Win-Win, Bukan Win-Lose untuk Indonesia
-
PBB: Satu Juta Orang Mengungsi Akibat Perang Sudan
-
"Jakarta Innovation Days" 2025 Bakal Digelar di Kawasan Dukuh Atas
-
Pemkot Sesuaikan Materi Pelajaran dengan Perkembangan Zaman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.