Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Malang pastikan penyaluran pupuk subsidi sudah sesuai

📅 Rabu, 04 Jun 2025, 17:05 WIB | Oleh:
Pemkot Malang pastikan penyaluran pupuk subsidi sudah sesuai Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Ilustrasi: Areal persawahan yang ada di wilayah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

Malang, Jawa Timur, 04/6 (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan penyaluran pupuk bersubsidi telah sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan oleh para petani melalui sistem e-RDKK.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan usulan melalui e-RDKK diajukan setiap tahun dan realisasinya dilakukan pada periode selanjutnya.

"Berdasarkan usulan pada 2024 pupuk subsidinya meliputi 501 ton urea dan 657 ton nitrogen, fosfor dan kalium (NPK), sudah sesuai itu," kata Slamet.

Sesuai pengajuannya, maka pupuk subsidi itu diperuntukkan bagi 2.000-an petani yang ada di Kota Malang.

"Kami selalu melibatkan kelompok tani dan penyuluh pertanian saat menyusun usulan," ujar dia.

Penyaluran pupuk subsidi disebutnya sebagai salah satu langkah Pemkot Malang dalam meningkatkan hasil produksi pertanian, salah satunya pada komoditas padi/beras.

"Tahun ini kami juga menyalurkan 5 ribu bibit padi, alat pertanian, jaring pelindung bulir padi dan racun tikus," ujarnya.

Tercatat, lahan pertanian di Kota Malang per tahun ini seluas 985 hektare dan 788 hektare di antaranya merupakan persawahan yang aktif ditanami padi.

Slamet menjelaskan setiap tahun Kota Malang mampu menghasilkan panen padi sebanyak 15 ribu ton. Namun, jumlah itu baru mampu mencukupi 37 persen kebutuhan konsumsi lokal.

"Sementara kebutuhan beras masyarakat Kota Malang itu 40 ribu ton per tahun," ucap dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, jumlah luas lahan persawahan yang aktif ditanam padi pada 2025 mengalami penurunan ketimbang periode 2024 yang mencapai 1.610,91 hektare.

Namun, jumlah produksi beras pada 2025 yang mencapai 15 ribu ton per tahun mengalami kenaikan dari periode 2024 yang total sejumlah 6060,97 ton.

Oleh karena itu, agar tetap mampu memenuhi kebutuhan konsumsi beras, Pemkot Malang mengandalkan distribusi dari Perum Bulog hingga memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil komoditas itu.

"Biasanya dengan Kabupaten Malang, Kediri, Situbondo, Lumajang dan Blitar. Untuk stok beras di Bulog masih mencukupi, karena mereka harus membeli gabah dari petani dengan plafon anggaran Rp6.500 per kilogram," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.