Pemkot Bandung dan BPJS Kesehatan Genjot Keaktifan Peserta JKN
Rabu, 04 Jun 2025, 03:05 WIBBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama BPJS Kesehatan memperkuat sinergi untuk meningkatkan keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar mencapai 80 persen pada Juli 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menuju Universal Health Coverage (UHC) Prioritas bagi seluruh warga Kota Bandung.
Komitmen ini disampaikan dalam Rapat Forum Komunikasi Implementasi Strategis Rekrutmen Cakupan dan Tingkat Keaktifan Peserta JKN di Balai Kota Bandung, Selasa (3/6).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan dalam rangka mewujudkan itu perlu dukungan dan kolaborasi semua pihak salah satunya dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ia menyebut, beberapa poin krusial, seperti fasilitasi dari lembaga lintas sektor dan alokasi anggaran dari provinsi.
"Kalau provinsi turun tangan, akan jauh lebih cepat tercapai,â ujar Wali Kota Farhan.
Ia juga menyoroti kolaborasi lintas sektor, terutama untuk menangani kendala peserta mandiri yang tidak mampu membayar premi.
âCamat dan lurah sudah bergerak, tapi masih terbatas kewenangan. Maka kolaborasi antara BPJS dan kewilayahan jadi mutlak,â imbuh dia.
Di sisi lain, Wali Kota Farhan menyatakan komitmen untuk terus mendukung anggaran UHC, termasuk melalui APBD Perubahan 2025.
âKami harap dukungan dari DPRD agar anggaran bisa mencapai Rp310 miliar per tahun jika seluruh penduduk kurang mampu harus dicover penuh,â ujar Wali Kota Bandung.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung, dr Greisthy, mengungkapkan, dari cakupan peserta JKN yang sudah mencapai 99,2 persen dari total penduduk Kota Bandung, dengan peserta aktif mencapai 79,96 persen dari target 80 persen.
âSegmen dengan tingkat ketidakaktifan tertinggi adalah peserta mandiri, pekerja swasta, dan PBI JK. Ini menjadi tantangan besar untuk kita semua,â jelas dia.
Ia memaparkan, keaktifan peserta menjadi indikator penting agar Kota Bandung tetap mendapatkan status UHC Prioritas.
âUHC Prioritas ini istimewa. Penduduk langsung aktif saat mendaftar tanpa menunggu 14 hari verifikasi. Tapi syaratnya, keaktifan minimal 80 persen,â kata dia.
Upaya strategis yang tengah dijalankan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan keaktifan antara lain dengan menurunkan 103 agen pesiar ke berbagai kelurahan. Mereka bertugas melakukan pendekatan langsung ke rumah warga untuk advokasi, registrasi, dan aktivasi kepesertaan JKN.
âBandung memiliki jumlah agen pesiar terbanyak di Jawa Barat. Tapi mereka perlu dukungan pemerintah kota dan masyarakat agar efektif,â ucap dia.
âKami harap ada regulasi dari Pemkot Bandung yang mendorong syarat keaktifan JKN dalam berbagai layanan publik, serta publikasi dukungan terhadap agen pesiar,â usul dia. ils/I-1
- BPJS Kesehatan
- Pemkot Bandung
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Pembukaan retret ketua DPRD seluruh Indonesia
-
Kota Bandung dan Kotawaringin Timur Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan PAD dan Digitalisasi Layanan
-
Gaspol Kendaraan Listrik! Jakarta Target Pangkas Emisi 50 Persen di 2030, Ini Strateginya
-
Waspada Ikan Sapu-Sapu Masuk Makanan, DPRD Minta Pengawasan Diperketat
-
Wagub Kalbar Tegaskan Pelestarian Situs Keramat Raja Mawikng, Disiapkan Jadi Cagar Budaya 2027
-
KCNA: Korea Utara Gunakan Bom Tandan dalam Uji Coba Rudal Terbaru
-
Helikopter Jatuh di Sekadau: KNKT Janji Ungkap Fakta Awal dalam 30 Hari, Ini yang Sudah Ditemukan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.