- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump dan Xi Dijadwalkan B...
Trump dan Xi Dijadwalkan Bicara di Tengah Ketegangan Perdagangan AS-Tiongkok
Selasa, 03 Jun 2025, 16:35 WIBJAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping diperkirakan akan melakukan pembicaraan dalam waktu dekat, di tengah ketegangan yang meningkat terkait perselisihan perdagangan dan tarif antara kedua negara. Informasi ini disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada Senin (2/6).
Leavitt menjadi pejabat ketiga dalam lingkaran Trump yang menyebut adanya rencana panggilan telepon antara kedua pemimpin, menyusul tuduhan dari Trump bahwa Tiongkok telah melanggar perjanjian terkait penghapusan tarif dan pembatasan perdagangan.
Meski belum ada konfirmasi resmi soal waktu pelaksanaan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan dalam wawancara di program Face the Nation CBS bahwa percakapan antara Trump dan Xi akan berlangsung âsegeraâ, dengan fokus pembahasan pada mineral penting dan pembatasan ekspor yang diberlakukan Tiongkok.
Trump sendiri mengungkapkan pada Jumat lalu bahwa ia optimistis akan berbicara langsung dengan Xi, meskipun pihak Tiongkok sebelumnya menyatakan belum ada pembicaraan baru antara kedua pemimpin sejak April.
Ketegangan ini muncul setelah pertemuan di Jenewa bulan lalu, di mana Bessent memimpin negosiasi yang menghasilkan gencatan senjata perdagangan sementara selama 90 hari. Kesepakatan tersebut sempat disambut baik oleh pasar global, namun kemajuan dalam implementasinya berjalan lambat.
Meskipun kesepakatan itu mencakup pengurangan tarif, masalah mendasar seperti ketergantungan ekonomi Tiongkok pada ekspor dan dominasi negara dalam industri masih menjadi ganjalan utama. Persoalan-persoalan ini disebut harus dibicarakan dalam dialog lanjutan antara kedua pemimpin.
Sementara itu, ketidakpastian hukum atas tarif Trump kembali mencuat setelah pengadilan perdagangan AS memutuskan bahwa sebagian besar tarif yang dikenakan melampaui kewenangan presiden berdasarkan undang-undang kewenangan darurat. Namun, sehari setelahnya, pengadilan banding federal menunda putusan tersebut, menyusul pengajuan banding oleh pemerintah AS. Tenggat waktu penyerahan tanggapan dari penggugat ditetapkan pada 5 Juni, sedangkan pemerintah dijadwalkan merespons paling lambat 9 Juni.
Situasi ini menambah dinamika dalam hubungan dagang AS-Tiongkok, dengan pembicaraan antara Trump dan Xi dipandang sebagai momen krusial untuk meredakan ketegangan dan menentukan arah kebijakan perdagangan bilateral ke depan.
- Donald Trump
- Xi Jinping
- Tarif Dagang AS
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
-
Trump Ancam Naikkan Tarif Jika Inggris Tak Hapus Pajak Layanan Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.