Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stok Beras Naik, Pengamat Sarankan Tahan Ekspor Demi Stabilitas

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Stok Beras Naik, Pengamat Sarankan Tahan Ekspor Demi Stabilitas Doc: antara
Ket. Stok beras nasional saat ini dilaporkan dalam kondisi melimpah

Jakarta – Stok beras nasional saat ini dilaporkan dalam kondisi melimpah, seiring panen raya yang terjadi di sejumlah daerah. Meski kondisi ini memberi angin segar bagi ketahanan pangan, sejumlah pengamat mengingatkan agar pemerintah tidak terburu-buru membuka kran ekspor.

Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menyarankan pemerintah tidak terburu-buru melakukan ekspor, meski stok beras nasional melimpah yakni mencapai 4 juta ton.

Seperti dikutip dari Antara, Khudori mengatakan opsi ekspor sebaiknya dilakukan setelah bisa dipastikan ketersediaan beras untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri terpenuhi dengan aman.

"Hal itu belum bisa dipastikan hari-hari ini," kata Khudori dalam keterangannya, yang dikutip di Jakarta, Senin (2/6).

Menurut dia, dinamika produksi beras hingga akhir tahun ini, yang masih menyisakan tujuh bulan, diperkirakan akan penuh dengan berbagai tantangan.

Maka dari itu, keputusan mengenai ekspor beras sebaiknya diambil pada akhir September nanti.

Pada periode tersebut, produksi beras nasional diperkirakan sudah mencapai 80-85 persen, sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pasokan domestik.

Lebih lanjut, Khudori mengatakan bahwa ada kemungkinan stok beras nasional akan terus meningkat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini akan datang terlambat dan bersifat kemarau basah, yang artinya meskipun kemarau masih akan ada hujan.

Ia menambahkan fenomena kemarau basah ini diproyeksikan akan mengatasi kekhawatiran petani terkait ketersediaan air selama musim kering.

Dengan pasokan air yang cenderung aman, produksi padi diyakini dapat berjalan lancar dan berlimpah hingga akhir tahun dan potensi panen raya ini akan meningkatkan stok beras nasional.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebelumnya menyampaikan Indonesia siap mengekspor 2.000 ton beras per bulan ke Malaysia.

Selain Malaysia, ia juga menyampaikan bahwa Indonesia siap mengekspor beras ke negara anggota ASEAN lainnya.

"Iya (ekspor 2.000 ton/bulan). Kami berencana kirim dari yang terdekat (dengan Malaysia), dari Kalimantan Barat," ucap Amran dalam acara syukuran pencapaian empat juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) di Jakarta, Jumat (30/5/2025).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.