Indonesia Open, Tuan Rumah Masih Sulit Akhiri Paceklik Gelar
📅 Selasa, 03 Jun 2025, 07:17 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
JAKARTA - Turnamen bulu tangkis bergengsi BWF World Tour Super 1000, Indonesia Open 2025 digelar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa-Minggu (3–8 Mei). Ajang yang memperebutkan total hadiah fantastis senilai 1.450.000 dollar AS (sekitar 23 miliar rupiah) ini menjadi momentum penting bagi pebulu tangkis Indonesia untuk mengakhiri puasa gelar di rumah sendiri.
Namun, asa meraih prestasi itu dihadapkan pada tantangan besar. Melihat materi yang diturunkan, rasanya Indonesia masih sulit mengakhiri paceklik gelar.
Sejak kemenangan terakhir Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di edisi 2021, para wakil Merah Putih belum mampu kembali naik podium juara. Tiga edisi terakhir, dari 2022 hingga 2024, berakhir pahit bagi publik tuan rumah yang menyaksikan kegagalan demi kegagalan di arena yang dulu dikenal “angker” bagi lawan.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, mengakui betapa ketatnya persaingan tahun ini. “Target satu gelar cukup realistis, mengingat Indonesia Open kali ini tanpa babak kualifikasi dan langsung diikuti 32 pemain top dunia. Ini harus menjadi pemacu semangat para atlet untuk tampil maksimal,” ujarnya.
Indonesia akan menurunkan 20 wakil di semua sektor, termasuk pemain muda seperti Alwi Farhan (tunggal putra) dan pasangan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Keduanya akan mencicipi atmosfer Istora yang penuh tekanan sekaligus harapan tinggi dari publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Alwi, yang sempat mencuri perhatian di Kejuaraan Asia 2025, menyatakan tekadnya. “Ekspektasi pasti tinggi. Saya hanya bisa berikhtiar dan berusaha maksimal. Konsistensi akan jadi fokus saya ke depan,” ucapnya. Sebelumnya, dia sempat menumbangkan Weng Hong Yang (Tiongkok), namun kandas saat menghadapi Kenta Nishimoto (Jepang).
Sementara itu, Jafar/Felisha baru saja tampil di Singapore Open. Meski gagal menang atas pasangan China Guo Xin Wa/Chen Fang Hui, mereka menunjukkan potensi menjanjikan. “Kami terlalu hati-hati dan akhirnya banyak mati sendiri. Ke depan, harus lebih tenang di poin-poin kritis,” ujar Felisha.
Minimnya gelar di level elite tahun ini membuat Indonesia Open 2025 jadi ujian berat. Hingga pertengahan musim, hanya dua gelar dari turnamen Super 300 yang diraih Indonesia: di Thailand Masters 2023 dan Taiwan Open 2025, masing-masing oleh Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva (ganda putri) dan Jafar/Felisha (ganda campuran).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan tampil sebagai tuan rumah, 20 wakil Indonesia diharapkan mampu memaksimalkan atmosfer penuh semangat dari publik Istora untuk melaju jauh. Turnamen ini hanya diikuti 32 pemain atau pasangan terbaik dunia di tiap sektor, menjadikannya kompetisi yang sarat gengsi dan tantangan.
Dari tunggal putra, pebulu tangkis Indonesia hanya ada dua wakil, Jonatan Christie dan Alwi Farhan. Untuk tunggal putri ada Putri Kusuma Wardani, Komang Ayu Cahya Dewi. Sedangkan di ganda putra Indonesia akan diwakili, Fajar Alfian/Muhamad Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Sabar K Gutama/M Reza P Isfahani
Di ganda ganda putri ada Febriana D Kusuma/Amalia C Pratiwi, Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum dan Lanny T Mayasari/Siti Fadia S Ramadhanti. ben/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!