Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ada 1,7 Juta Lowongan Kerja di Luar Negeri, Berani Ambil Peluang?

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 12:10 WIB | Oleh:
Ada 1,7 Juta Lowongan Kerja di Luar Negeri, Berani Ambil Peluang? Doc: ANTARA
Ket. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding memberikan paparan terkait 1,7 juta order job yang tersedia di luar negeri di Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/6/2025).

PADANG - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyebut hingga Mei 2025 terdapat 1,7 juta job order permintaan tenaga kerja dari berbagai negara, namun baru terisi sekitar 297 ribu.

"Artinya, kalau orang Minangkabau mau keluar negeri, kita tinggal lakukan pelatihan vokasi dan bahasanya," kata Menteri P2MI Abdul Kadir Karding di Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/6).

Eks Ketua Komisi VIII DPR RI tersebut menjelaskan dari 1,7 juta job order itu, tersedia 14 sektor pekerjaan dimana 95 persen didominasi bidang kesehatan termasuk juga domestik, manufaktur, industri, pertanian dan hospitality.

Oleh karena itu, Abdul mengajak masyarakat terutama di Ranah Minangkabau untuk berani mengambil peluang tersebut untuk bekerja di luar negeri. Kemudian, Kementerian P2MI memastikan juga akan mendesain angkatan kerja yang dibekali pengetahuan sehingga terampil sebelum berangkat ke negara tujuan.

Untuk mencegah adanya praktik Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural, pihaknya meminta agar di tingkat provinsi dan kabupaten menyiapkan ekosistem pelatihan khusus ke luar negeri. Termasuk juga memetakan negara tujuan seperti Arab Saudi, Korea Selatan, Malaysia dan lain sebagainya.

"Jadi, kalau ada permintaan kerja di luar negeri kita bisa menyesuaikan dengan kurikulumnya," ujarnya.

Presiden Prabowo, sambung dia, telah memberikan dua arahan khusus. Pertama, fokus pada kualitas pelindungan PMI di luar negeri, dan memaksimalkan penempatan PMI terampil untuk peningkatan kesejahteraan yang diharapkan berdampak terhadap kenaikan devisa.

Pada kesempatan itu, ia turut menyinggung beberapa kasus PMI yang mengalami kekerasan bahkan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di luar negeri. Umumnya hal tersebut dialami oleh PMI nonprosedural atau ilegal.

"Orang yang mengalami kekerasan atau menjadi korban ketidakadilan merupakan PMI yang berangkat secara ilegal," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.