Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR Berangkatkan Timwas untuk Pantau Kualitas Layanan Jemaah Haji

📅 Jumat, 30 Mei 2025, 23:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR Berangkatkan Timwas untuk Pantau Kualitas Layanan Jemaah Haji Doc: Antara
Ket. Jamaah calon haji dari berbagai negara berjalan usai menunaikan Shalat Maghrib di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (30/5).

Jakarta - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Jumat, memberangkatkan tim gelombang kedua untuk melakukan pengawasan terhadap layanan pemondokan, konsumsi, transportasi, dan kemudahan sistem Nusuk.

Anggota Timwas Haji DPR RI Ina Ammania mengatakan dirinya bersama tim akan langsung melakukan pengecekan lapangan begitu tiba di Jeddah, dengan fokus memastikan layanan yang diberikan kepada jemaah sesuai dengan kontrak dan kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan pihak penyelenggara haji (syarikah).

“Tim dua masuk ke Jeddah dulu, karena setelah ke Jeddah baru ke Makkah. Tentunya yang kami sikapi adalah pemondokan. Sesuai nggak? Sesuai dengan yang kita berikan kepada jemaah dan syarikah,” ujar Ina dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/5).

Ina mengatakan selain mengawasi soal pemondokan jemaah, Timwas Haji juga akan melakukan pengecekan kualitas konsumsi jemaah.

“Yang kedua adalah katering. Mereka mendapatkan sesuai nggak dengan apa yang sudah kita bahas di DPR,” ujarnya.

Layanan transportasi termasuk operasional Bus Sholawat juga menjadi perhatian khusus, terutama menyangkut jadwal keberangkatan dan ketersediaan kendaraan yang melayani jemaah menuju Masjidil Haram.

“Kita juga akan melihat kendaraan untuk Bus Sholawat ini sampai jam berapa nanti selesainya. Karena kebanyakan jemaah Indonesia ini seringnya ke Masjidil Haram,” kata Ina.

Ina juga menyoroti pentingnya kemudahan akses aplikasi dan layanan Nusuk yang merupakan bagian dari proses perizinan dan manajemen ibadah selama di Tanah Suci.

Ina menekankan pentingnya peran ketua kloter dalam menyiapkan data Nusuk jemaah sesaat setelah tiba di Makkah.

“Nah yang saya garisbawahi lagi untuk (penerbitan) Nusuk ini dipermudah, sehingga jemaah sampai di Makkah itu seyogyanya ketua kloter itu sudah mempersiapkan Nusuk-nya untuk jemaahnya,” tuturnya.

Untuk diketahui, sebanyak 100 jemaah haji Indonesia dilaporkan wafat di Tanah Suci hingga Jumat, 30 Mei 2025 pukul 02.00 WIB. Data ini dirilis oleh Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Kementerian Agama RI. Sebagian besar dari jemaah wafat merupakan laki-laki dan lanjut usia.

Menurut data SISKOHAT, dari total 100 jemaah yang wafat, sebanyak 62 persen berjenis kelamin laki-laki, sedangkan 38 persen perempuan. Dari sisi usia, 53 persen termasuk kategori lanjut usia, sementara 47 persen berada dalam rentang usia produktif 41–64 tahun.

Selain itu, terdapat ratusan jemaah yang masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan rumah sakit Arab Saudi, baik karena dehidrasi, hipertensi, maupun infeksi saluran pernapasan.

Sementara itu, sejumlah jemaah masih menghadapi kendala teknis terkait penerbitan dokumen Nusuk, yang berdampak pada akses layanan selama berada di Makkah, termasuk kesulitan mendapatkan jadwal kunjungan ke Raudhah maupun mobilisasi saat puncak ibadah haji.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

59 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.