Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PLTS Jadi Satu-satunya Pembangkit Energi Terbarukan di Pulau Semau, NTT

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 10:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
PLTS Jadi Satu-satunya Pembangkit Energi Terbarukan di Pulau Semau, NTT Doc: Antara Foto
Ket. Pulau Semau, Nusa Tenggara Timur, kini sepenuhnya mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai satu-satunya pembangkit energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik warganya.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terletak di Desa Huilelot, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang menjadi satu-satunya pembangkit listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) yang mendukung kelistrikan yang ada di pulau tersebut

Manager Unit Pelaksana Pembangkitan Timor Ismanta kepada wartawan di PLTS Semau, Senin, menjelaskan selain PLTS, terdapat pula Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

“Tadi saya cek beban penggunaan listrik pada siang hari mencapai 400 sampai 450 kilowatt (kw), lalu beban malam atau beban puncak berada angka 750-760 kw,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa sistem kerja dua pembangkit yang ada di pulau tersebut adalah saling mendukung. Sehingga PLTS yang sudah berdiri sejak tahun 2012 itu saat ini membantu dengan cara hybrid PLTD yang ada di pulau itu.

“Nah dukungan dari PLTS ini memang siang hari. Jam 10.00 WITA, sudah mulai support sekitar 80 kilowatt peak (kwp) dan beban puncaknya di 100 sampai dengan 120 kwp di PLTS kami,” katanya.

Sejujurnya, ujar dia, dukungan dari PLTS yang memiliki 1.972 panel surya itu tersebut di satu sisi membuat PLTD menghemat pembelian bahan bakar yang nilainya bisa mencapai Rp1 miliar dari total pembelian keseluruhan dalam sebulan mencapai Rp5 sampai Rp7 miliar.

Ismanta menambahkan bahwa pada dasarnya dukungan dari PLTS hanya dilakukan pada saat siang hari saja, namun pada malam hari, masih ada dukungan melalui energi surya yang disimpan di dalam baterai.

“Namun ketahanannya hanya mampu dua sampai tiga jam saja,” ujar dia.

General Manager PT PLN UIW NTT F Eko Sulistyono usai meninjau dua pembangkit tersebut mengatakan bahwa di Pulau Semau terdapat dua pembangkit berbeda.

“Pada dasarnya keduanya memilik karakteristik masing-masing,” ujar dia.

Dia menambahkan bahwa potensi pengembangan EBT tenaga surya di Pulau Semau sangat menjanjikan apalagi masih banyak lahan kosong yang bisa dimanfaatkan.

Karena itu menurutnya bisa dikembangkan, namun butuh dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
AS Berlakukan Sanksi Baru p...

Kenaikan biaya harga pakan ayam

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

2 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.