Ikhtiar Maksimal Hadapi Banjir Rob Berulang di Pesisir Utara Jakarta
📅 Selasa, 27 Mei 2025, 19:23 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Dokumen pribadi
JAKARTA - Meski kondisi cuaca panas terik tanpa hujan, banjir pesisir bisa saja terjadi dan datang menghantam permukiman warga yang tersusun di Teluk Jakarta. Gelombang pasang tinggi membuat air laut yang masuk ke dalam rumah dan merusak sejumlah perabotan yang warga miliki.
Banjir pesisir seakan akrab dengan kehidupan warga yang tinggal di Jalan Dermaga Ujung Muara Angke.
“Nanti malam banjirnya datang lagi Bang. Bahkan lebih tinggi dari yang tadi malam” kata Ketua RW 22 Kelurahan Pluit Kecamatan Penjaringan Kang Bani ketika bercerita tentang banjir yang melanda permukiman warga di kawasan Muara Angke Kota Jakarta Utara.
Sepertinya, mereka hanya bisa pasrah dan menerima dengan ikhlas kondisi yang ada di lingkungan itu. Sudah berulang kali banjir seperti itu terjadi dan sampai saat ini belum ada solusi agar banjir rob tak lagi menyapu permukiman mereka.
Tak sedikit perabotan warga yang rusak, mulai dari sofa, alat elektronik dan lainnya. Padahal barang-barang itu dibeli dari hasil keringat mereka melaut di Teluk Jakarta. Tak mudah bagi mereka membeli perabotan rumah. Mereka mesti menabung beberapa waktu hingga barang-barang itu hadir di kediaman mereka yang berada di kawasan pesisir pantai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi yang berulang ini harus mereka terima dan harus berlapang dada. Solusinya mungkin bertahan di lokasi tersebut dan menerima konsekuensi hingga pembangunan Great Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang digadang-gadang Pemprov DKI Jakarta jadi solusi jitu dalam menghadapi banjir rob.
Atau mereka mengambil solusi lain, yakni berpindah ke tempat yang lebih aman agar tidak lagi merasakan banjir pesisir yang terjadi akibat pergerakan bulan terhadap bumi. Tetapi pindah ke tempat lain yang aman dan terhindar dari banjir rob juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit, itulah alasan warga mengapa tetap bertahan di daerah permukiman yang selalu banjir.
Pada Senin (27/5) banjir rob datang ke permukiman warga dan air asin masuk menyapu permukiman warga secara langsung tanpa penghambat. Alhasil, permukiman warga kembali terendam, tinggi air di depan Pos RW 22 Pluit Penjaringan mencapai 70–80-centimeter.
Sebaiknya Anda baca juga:
Banjir rob juga menghambat akses jalan menuju Pelabuhan Muara Angke yang merupakan lokasi penyeberangan dari Jakarta Utar menuju sejumlah pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu. Kondisi ini diakui oleh pejabat di Pelabuhan Muara Angke, banjir rob yang terjadi di kawasan tersebut kerap menutup akses masyarakat dan wisatawan ke pelabuhan tersebut.
Bahkan pegawai juga terhambat aksesnya untuk masuk ke Pelabuhan Muara Angke saat banjir merendam Jalan Dermaga Ujung yang menjadi satu-satunya akses ke pelabuhan penumpang dan barang tersebut.
Pelabuhan Kali Adem Muara Angke merupakan jalur transportasi laut yang menghubungkan daratan Jakarta dengan Kabupaten Kepulauan Seribu. Ada 11 kapal modern milik Dishub DKI Jakarta dan 21 kapal kayu yang bisa mengantarkan wisatawan atau penumpang ke pulau-pulau tersebut.
Upaya Pemprov DKI
Sejauh ini upaya yang kerap dilakukan Pemprov DKI Jakarta adalah mengeluarkan pengumuman bakal adanya banjir rob. Pengumuman yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merupakan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan di laman resmi Instagram @bpbddkijakarta yang meminta warga Jakarta mewaspadai potensi banjir pesisir selama sepekan, 24-31 Mei 2025 yang dipicu fenomena super new moon pada 27 Mei. Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!