Pemanasan Sempurna PSG Jelang Final Liga Champions
📅 Senin, 26 Mei 2025, 06:54 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: FRANCK FIFE / AFP
PARIS - Paris Saint-Germain menuntaskan misi domestik lewat kemenangan 3-0 atas Reims di final Piala Prancis, Minggu (25/5) dini hari WIB. Hasil itu menjadi pemanasan sempurna bagi PSG jelang menghadapi Inter Milan di final Liga Champions.
Dalam kompetisi nonliga di Jerman, VfB Stuttgart menahan laju kejutan Arminia Bielefeld dengan skor 4-2 untuk merebut trofi DFB-Pokal (Piala Jerman) di Berlin. Di Stade de France, PSG hanya butuh 20 menit untuk mengakhiri perlawanan Reims yang datang sebagai kuda hitam. Dua gol cepat Bradley Barcola, yang kini mengoleksi 21 gol musim ini, menjadi pembuka pesta.
Ini disusul penyelesaian dingin Achraf Hakimi menjelang turun minum. Pelatih Luis Enrique bisa tersenyum lega. Anak asuhnya tampil efisien dan penuh kontrol hanya sepekan jelang laga terbesar, final Liga Champions melawan Inter Milan tanggal 31 Mei mendatang.
“Kami menyelesaikan tugas dengan cepat dan itu penting untuk kepercayaan diri. Kami siap menatap final,” ucapnya. Satu-satunya ganjalan adalah absennya Khvicha Kvaratskhelia jelang kick-off karena kurang fit saat pemanasan. Luis Enrique menegaskan kondisi winger asal Georgia itu tidak serius. “Dia akan kembali berlatih Selasa nanti,” ujarnya.
Kemenangan ini membuat PSG menyapu bersih trofi domestik: Ligue 1, Trophee des Champions, dan Coupe de France. Mereka juga mencatat rekor 16 kali juara Piala Prancis, jauh meninggalkan Marseille (10 gelar). Tiket Liga Europa yang mestinya diberikan kepada juara kini jatuh ke Lyon (peringkat 6 liga). Sedangkan Strasbourg (peringkat 7) lolos ke UEFA Conference League.
Sebaiknya Anda baca juga:
Piala Jerman
Sementara itu, di Olympiastadion, Stuttgart sempat terlihat akan menang mudah saat unggul 3-0 hanya dalam 28 menit melawan Arminia Bielefeld. Arminia adalah klub kasta ketiga yang menembus final. Dia menyingkirkan empat tim Bundesliga, termasuk juara bertahan Bayer Leverkusen.
Gol dari Nick Woltemade, Enzo Millot, dan Deniz Undav membuat setengah stadion berwarna merah-putih Stuttgart bergemuruh sejak awal. Millot mencetak gol keduanya di menit ke-66 dan berpesta ke arah tribun pendukung. Namun Stuttgart sempat dibuat cemas ketika Julian Kania memperkecil skor di menit ke-82 dan Josha Vagnoman mencetak gol bunuh diri tiga menit kemudian. Tekanan di masa injury time tak berbuah gol tambahan bagi Bielefeld.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya kelelahan, emosinya luar biasa. Ini momen paling indah dalam karier saya,” ujar Maximilian Mittelstädt, bek Stuttgart yang asli Berlin. Undav menambahkan, “Kami telah memberikan segalanya. Ini perasaan yang tak bisa dijelaskan.”
Stuttgart kini mengoleksi empat gelar DFB-Pokal, terakhir kali juara pada tahun 1997 ketika dilatih Joachim Löw. Hanya lima klub: Bayern, Bremen, Dortmund, Frankfurt, dan Schalke, yang punya koleksi lebih banyak. Yang lebih istimewa, pelatih Sebastian Hoeness berhasil mengangkat Stuttgart dari dasar klasemen Bundesliga pada bulan April 2023.
Hal ini membawa mereka ke Liga Champions musim ini dan kini menutup musim dengan trofi. Sorotan juga tertuju pada Angelo Stiller, yang menciptakan dua assist. Dia menunjukkan visi permainan yang membuatnya digadang-gadang sebagai suksesor Toni Kroos di timnas Jerman.
Bagi Bielefeld, meski gagal mencatat sejarah sebagai tim kasta ketiga pertama yang juara sejak 1992, pelatih Michel Kniat tetap bangga. “Kami kecewa, tapi apa capaian musim ini luar biasa,” ujarnya. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!