Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inter Mengincar Keajaiban

📅 Jumat, 23 Mei 2025, 06:47 WIB | Oleh:
Inter Mengincar Keajaiban Doc: Piero CRUCIATTI / AFP
Ket. Gelandang Inter Milan Kristjan Asllani (kedua dari kanan) merayakan gol di pertandingan Seri A Italia antara Inter Milan dan Hellas Verona FC di stadion San Siro di Milan.

MILAN – Putaran terakhir Serie A akan menentukan Scudetto, Jumat (23/5) malam waktu setempat. Inter Milan dan Napoli, yang bersaing ketat sepanjang musim, akan bertanding di jam yang sama dengan satu tujuan: meraih Scudetto. Laga penentuan ini bisa menghadirkan euforia juara atau bahkan playoff mendebarkan jika hasil berpihak pada kebetulan yang presisi.

Napoli memimpin klasemen dengan 80 poin, hanya unggul satu angka atas Inter yang mengintai di posisi kedua. Nasib kini sepenuhnya di tangan tim asuhan Antonio Conte. Dia hanya perlu menang atas Cagliari di Stadion Diego Armando Maradona untuk mengunci gelar keempat dalam sejarah klub.

Namun, Inter juga masih berpeluang. Jika Napoli tergelincir dan Inter menang atas Como di Stadion Sinigaglia, maka mahkota akan kembali ke Milan. Bahkan, jika Napoli kalah dan Inter hanya imbang, Serie A musim ini akan ditutup dengan laga playoff penentu juara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Kami punya kendali atas nasib kami sendiri. Tidak peduli apa yang terjadi di tempat lain. Kami harus menang. Jika kami gagal, kami tak pantas jadi juara,” tegas Antonio Conte. Conte berpeluang menorehkan sejarah pribadi: meraih gelar liga bersama tiga klub berbeda.

Namun, rumor menyebut musim ini bisa jadi yang terakhir bagi pelatih berapi-api itu di Naples, akibat hubungannya yang tak harmonis dengan Presiden klub, Aurelio De Laurentiis. Namun, sang presiden belum memberi komentar apa pun hingga laga penentuan ini.

Napoli datang dengan catatan tak terkalahkan dalam enam laga terakhir, meski hanya menang tipis dan minim gol. Mereka baru mencetak 57 gol. Ini angka terendah bagi calon juara dalam dua dekade terakhir. Tetapi Romelu Lukaku diyakini masih menjadi pembeda.

Saat menghadapi Cagliari di putaran pertama, striker asal Belgia itu mencetak satu gol dan dua assist dalam kemenangan telak 4-0. Di sisi lain, Inter Milan baru saja kecewa ditahan imbang Lazio 2-2 di San Siro. Denzel Dumfries sempat membuat Inter unggul lewat sundulan. Namun, penalti menit akhir Pedro memupuskan harapan kemenangan. Marko Arnautovic bahkan membuang peluang emas di detik akhir.

“Kami terlalu banyak memberi ruang, mestinya lebih kejam, lebih fokus. Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan,” ujar Simone Inzaghi, pelatih Inter. Kini, Inter harus mengalahkan Como, tetangga asal Lombardy yang tampil mengejutkan musim ini. Di bawah arahan Cesc Fabregas, Como berhasil finis di papan tengah meski baru kembali ke Serie A setelah 21 tahun. Mereka bahkan meraih tiga kemenangan kandang beruntun, hanya kebobolan satu gol.

“Kami tahu akan menghadapi tim yang sedang bertarung untuk gelar. Tapi kami juga ingin menutup musim ini dengan kepala tegak,” ujar Fabregas.

Beban Inter

Inter memang punya rekor impresif melawan Como. Dia selalu menang dalam delapan pertemuan terakhir liga, termasuk kemenangan 2-0 di San Siro Desember lalu. Tapi kali ini, beban ada di pundak mereka sendiri.

Delapan hari sebelum tampil di final Liga Champions melawan PSG, Inzaghi harus mengelola tekanan dua front sekaligus. Di Naples, situasinya tampak lebih terkendali.

Cagliari datang tanpa beban setelah memastikan diri lolos dari degradasi. Kemenangan 3-0 atas Venezia pekan lalu cukup untuk menyegel posisi aman. Tim asuhan Davide Nicola bahkan bisa finis di posisi ke-14 jika hasil akhir berpihak.

“Ini musim yang panjang dan berat, tapi kami selamat. Sekarang kami ingin memberikan penampilan terbaik sebagai penutup,” ujar Nicola. Namun, sejarah tak berpihak pada tim Sardinia itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.