Mobile Legends akan Jadi Ekstrakulikuler, Pakar IT: Siswa Lebih Terarah
Rabu, 21 Mei 2025, 17:36 WIBJAKARTA - Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya berencana menjadikan permainan Mobile Legends sebagai kegiatan ekstrakurikuler mulai tahun ajaran baru 2025/2026. Program ini diharapkan menjadi kegiatan non-akademik yang edukatif sekaligus menyenangkan bagi siswa.
Pakar IT dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Lukman Hakim, menyebut, mengangkat Mobile Legends sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah terutama di kota seperti Surabaya perlu dilihat dari sudut pandang yang lebih kontekstual dan konstruktif. Dia mengakui sejumlah penelitian mengaitkan permainan daring seperti Mobile Legends dengan potensi perilaku negatif seperti agresivitas, kecanduan, dan pengabaian waktu belajar.Â
"Namun, kita juga perlu mencermati bahwa potensi tersebut lebih banyak muncul ketika tidak ada pendampingan, edukasi, dan pengelolaan yang tepat dari pihak sekolah maupun orang tua," ujar Lukman, Selasa (21/5).
Dosen Fakultas Teknik tersebut mengatakan, bila dijadikan kegiatan ekstrakurikuler resmi, justru sekolah memiliki peluang besar untuk mengarahkan aktivitas siswa. Kegiatan bermain menjadi ruang pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti kerja tim, strategi, komunikasi, dan manajemen emosi.Â
"Dalam ekosistem ekskul yang terstruktur, siswa dapat belajar tentang etika digital, waktu layar sehat, dan keseimbangan antara hiburan dan tanggung jawab akademik," jelasnya.
Lukman mengungkapkan, di beberapa negara, esports telah diakui sebagai cabang kompetitif yang mendukung profesi masa depan-baik sebagai atlet digital, desainer game, caster, maupun analis. Dengan pendekatan kurikulum yang tepat, Mobile Legends bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan dunia teknologi dan industri kreatif kepada peserta didik secara relevan dan menarik.
Dia menenkankan, kebijakan tersebut bukan sekadar bermain gamenya, tapi bagaimana siswa belajar dari prosesnya. Yang perlu dipikirkan bukan lagi tentang menghakimi dunia game, tapi bagaimana mengintegrasikannya ke dalam strategi pembelajaran yang efektif.Â
"Pendidikan modern wajib mampu bertransformasi dan merangkul ruang-ruang digital yang relevan bagi generasi muda. Karena Pendidikan seharusnya fleksibel, adaptif, dan bersedia hadir di ruang-ruang yang relevan dengan dunia remaja," tuturnya.
Menurut Lukman ada beberapa kelebihan terkait langkah ini yaitu relevansi dengan generasi digital, peningkatan Soft Skills, pengembangan keterampilan digital, alternatif pembelajaran yang menyenangkan, dan kolaborasi lintas sektor. Inisiatif ini menunjukkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan pihak produsen game, seperti moonton, yang dapat memperluas jangkauan dan keberlanjutan program.
"Dengan demikian, menjadikan Mobile Legends sebagai ekstrakurikuler di sekolah bukan hanya sekadar mengikuti tren, tetapi juga merupakan upaya yang strategis untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dan peluang di era digital," terangnya.
- Ekstrakurikuler
- mobile legends
- Kegiatan Ekstrakurikuler
- Ekstrakurikuler Sekolah
- UM Surabaya
- surabaya
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Pertamina NRE Dorong Ketahanan Energi dengan EBT dan Pengelolaan Transisi Energi yang Efisien
-
Petani Nanas Terdampak Karhutla di Natuna Dapat Bantuan Tunai dan Pupuk
-
Kesenjangan Kurikulum Pendidikan SMK dan Kebutuhan Industri Bidang Cloud Computing Masih Lebar
-
EVOS Esport Umumkan Roster Lengkap untuk MPL ID Season 16
-
Begini Dramatisnya Evakuasi Pria Surabaya yang Dikira 400 Kg Ternyata Hanya 150 Kg
-
Reality Club Rilis Single Melankolis "You'll Find Lovers Like You and Me"
-
Tampil di Final IPEC 2, Mahasisiwa Polteknaker Diminta Bawa Nama Baik Kemnaker
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.