Kesenjangan Kurikulum Pendidikan SMK dan Kebutuhan Industri Bidang Cloud Computing Masih Lebar
Kamis, 17 Jul 2025, 18:45 WIBJAKARTA â Kesenjangan kurikulum pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan kebutuhan industri masih cukup lebar. Khususnya di bidang komputasi awan (cloud computing), survei yang dilakukan di sejumlah SMK di Surabaya dan Sidoarjo oleh Generation Educators (GenEd) menemukan bukti tersebut.
GenEnd mitra strategis CTI Group dalam program DIGIForward, menemukan materi pengajaran cloud computing di 90 % SMK masih sebatas teori tanpa ada praktik dan hanya sebagian kecil siswa yang pernah mencoba layanan cloud berbasis project.
Untuk mengurangi kesenjangan tersebut, distributor produk teknologi informasi (TI) PT Computrade Technology International (CTI Group), meluncurkan program DIGIForward pada tanggal 15 Juli 2025 di Surabaya. Mengusung tema Empowering the Next Generation through Cloud Technology, program ini bertujuan untuk mendukung SMK di Indonesia dengan mencetak talenta-talenta digital yang relevan dengan kebutuhan industri.
Selaras dengan komitmen di CTI Group untuk terus meningkatkan kontribusinya dalam membangun ekonomi digital yang lebih berdampak pada peningkatan kualitas kehidupan. Tahun ini, DIGIForward berfokus pada sharing wawasan, pengetahuan dan keterampilan teknologi cloud computing.
Chief Executive Officer CTI Group, Rachmat Gunawan mengatakan, cloud computing memainkan peran penting dalam membangun keunggulan kompetitif, menyesuaikan diri dengan perubahan pasar, dan mendorong pertumbuhan bagi perusahaan pada era digital. Untuk itu, melalui program DIGIForward, CTI Group mendukung peningkatan kompetensi pengajaran dan pendidikan SMK, membekali mereka dengan literasi dan keterampilan digital, khususnya cloud computing yang relevan.
âDengan demikian guru dapat meningkatkan kapasitasnya untuk kemudian mentransfer dan menginspirasi siswanya tumbuh menjadi talenta digital yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus mendorong dampak nyata pada perkembangan ekonomi digital," ujar dia melalui siaran pers pada hari Kamis (17/7).
Program ini dimulai di Provinsi Jawa Timur yang memiliki jumlah SMK terbanyak kedua di Indonesia, yakni 2.147 sekolah menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2024/2025. Dalam lima bulan ke depan, CTI Group akan memfasilitasi pelatihan intensif bagi 20 guru SMK di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.
Pelatihan ini mencakup pemahaman mendalam tentang cloud computing, metodologi pengajaran berbasis design thinking, serta strategi integrasi teknologi dalam kurikulum vokasi. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengajar sebagai agen transformasi digital di lingkungan sekolahnya.
Selanjutnya, puluhan siswa SMK dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak akan mengikuti program pendampingan teknis untuk merancang dan mengembangkan proyek digital berbasis cloud dalam bentuk Minimum Viable Product (MVP).
âDIGIForward tidak berhenti pada pelatihan teknis semata, namun dirancang sebagai program berkelanjutan, inisiatif ini menargetkan perubahan terstruktur yang dimulai dari peningkatan kapasitas guru, diteruskan kepada siswa, dan kemudian meluas ke lingkungan komunitas,â ucapnya.
- SMK
- Kesenjangan
- Cloud Computing
- Talenta Digital
- Dunia Industri
- Ekstrakurikuler Sekolah
- CTI Group
- DIGIForward
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
MPR RI Dukung Rumah Layak dan Keluarga Produktif Melalui BSPS
-
Aksi Kamisan ke-900 di Jakarta
-
India Kembangkan Drone AVATAAR yang Dapat Terbang Sekaligus Menyelam di Laut
-
Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Bahrain Rayakan Idul Fitri pada Jumat 20 Maret
-
Warga Bandung Susah Akses Kesehatan Karena Puskesmas Libur Lebaran
-
Tim SAR gabungan lakukan pencarian korban minibus masuk ke jurang
-
Playoff Liga Champions: Gol Vinicius Pastikan Real Madrid Singkirkan Benfica di Tengah Isu Rasisme
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.