Standardisasi Global Nikel RI: Langkah Strategis Hadapi Kampanye Negatif
📅 Selasa, 20 Mei 2025, 17:50 WIB | Oleh: Tim PenulisSementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Hendra Sinadia mengatakan tantangan Indonesia saat ini adalah potret industri pertambangan yang banyak diwarnai oleh perusahaan-perusahaan yang tidak patuh sehingga akhirnya yang terkena dampak adalah perusahaan-perusahaan yang patuh yang memiliki visi jangka panjang.
"Jadi, mau gak mau penegakan hukum, pengawasan dari pemerintah harus jalan. Jadi, sebenarnya kalau penambang yang besar ya pasti dia patuh," ujar dia.
Kata Hendra, contoh yang mendapat kampanye negatif dari NGO adalah hilirisasi nikel.
"Industri tambang terutama nikel itu banyak dikampanyekan negatif oleh NGO yang kemudian semuanya dipukul rata. Padahal ada yang bagus-bagusnya, yang world class. Salah satu kalau untuk nikel gitu ya Harita Nickel dan Vale Indonesia juga bagus," imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan melihat berbagai masalah ini, Hendra mengatakan IMA akan merumuskan kebijakan yang memberikan reward kepada perusahaan tambang yang patuh dalam aspek produksi, lingkungan, dan sosial.
Reward ini penting diberikan agar mereka semangat dalam berbisnis dan menjalankan aturan.
"Reward itu bisa berupa kemudahan dalam berbisnis. Jangan dipersulit, sekarang itu kan. Antara yang patuh dan tidak patuh sama saja, buat RKAB. Misalnya sama saja antrean persetujuannya," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!