Belum Lama Naik Daun sebagai Destinasi Wisata, Alam Raja Ampat Dikabarkan Sudah Mengalami Kerusakan
Selasa, 20 Mei 2025, 14:07 WIBRAJA AMPAT -  Kerusakan ekosistem alam di Kabupaten Raja Ampat yang diduga dilakukan  perusahaan tambang nikel mulai diinvestigasi DPR Papua Barat Daya.
Wakil Ketua II DPR Papua Barat Daya, Fredrik Marlisa, di Sorong, Selasa, menjelaskan investigasi untuk melihat dan memastikan kondisi ekosistem alam di Raja Ampat itu tidak tercemar oleh aktivitas tambang nikel.
"Karena kita tidak bisa hanya mendengar, harus turun dan melihat langsung kondisinya seperti apa. Kemudian baru diikuti dengan upaya konkret lain," jelasnya.
Dia mengatakan, sangat menolak kegiatan eksplorasi dan eksploitasi yang kemudian berdampak secara signifikan terhadap ekosistem alam di Kabupaten Raja Ampat.
"Dalam waktu dekat kita akan lakukan kunjungan ke Raja Ampat dan mulai investigasi di sana," ujarnya.
Menurutnya, setiap perusahaan yang melakukan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi di Raja Ampat harus memenuhi aturan.
Fredrik pun segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat terkait persoalan kerusakan lingkungan. Sebab, kabupaten Raja Ampat merupakan bagian dari wilayah administrasi Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Raja Ampat: Tempat Ekowisata Dunia atau Kontrol Politik?
-
Hasil Undian "Play-off" Zona Eropa: Italia Jumpa Irlandia Utara
-
Keracunan Lagi? 110 Siswa di Purworejo Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG
-
Tambat Labuh untuk Menjaga Kelestarian Terumbu Karang Raja Ampat
-
Wujudkan Wisata Ramah Lingkungan, Raja Ampat Benahi Sampah dan Kualitas Air
-
Gubernur Banten Dukung Rakernas BEM Seluruh Indonesia dan Jaga Independensi Mahasiswa
-
Gubernur Khofifah Perkuat Kerjasama Pendidikan, Kesehatan dan Investasi dengan Amerika Serikat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.