- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dubes Inggris: Kemitraan S...
Dubes Inggris: Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris Dorong Investasi, Ciptakan Lapangan Kerja dan Perkuat Ekonomi
Kamis, 11 Jun 2026, 05:30 WIBJakarta - Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menegaskan bahwa kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis yang menguntungkan kedua negara.
"Kita sudah melihat contohnya, seperti program kemitraan maritim yang akan menciptakan ratusan, bahkan lebih dari seribu kapal penangkap ikan di galangan kapal Indonesia," kata Jermey di sela perayaan King's Birthday Party di Jakarta, Rabu (10/6) malam.
Menurut Jermey, kerja sama tersebut tidak hanya memperkuat industri galangan kapal nasional, tetapi juga mendukung keberlanjutan sektor perikanan Indonesia. Program itu dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus membuka lapangan kerja dan menciptakan manfaat ekonomi bagi Indonesia maupun Inggris.
Pernyataan tersebut disampaikan Jermey saat menanggapi pertanyaan mengenai tantangan ekonomi global dan dampaknya terhadap Indonesia.
Kemitraan strategis kedua negara semakin diperkuat setelah Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Januari 2026 menyepakati Kemitraan Strategis Baru Indonesia-Inggris dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo ke London.
Kesepakatan tersebut mencakup empat pilar utama, yakni penguatan pertumbuhan ekonomi, kerja sama di bidang iklim, energi dan lingkungan, peningkatan pertahanan dan keamanan, serta pengembangan sumber daya manusia dan masyarakat.
Dalam kerangka kemitraan tersebut, Inggris juga mendukung rencana Indonesia membangun sekitar 1.500 kapal perikanan serta revitalisasi desa-desa nelayan melalui investasi dan transfer teknologi.
Kemitraan dengan ASEAN
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Inggris untuk ASEAN Helen Fazey menegaskan komitmen Inggris dalam memperkuat kerja sama dengan ASEAN seiring lima tahun status Inggris sebagai mitra dialog ASEAN.
âKami sedang mengerjakan transisi hijau, mendukung ASEAN dalam mengembangkan jaringan listrik ASEAN, tetapi juga di Indonesia, mengerjakan solusi berbasis alam yang membantu mencegah banjir di utara Jawa,â kata Fazey.
Menurut dia, Inggris juga mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan melalui program integrasi ekonomi Inggris-ASEAN, termasuk berbagi keahlian, peningkatan kapasitas, serta implementasi perjanjian perdagangan yang telah diperbarui.
Fazey menjelaskan bahwa program integrasi ekonomi tersebut berfokus pada reformasi regulasi, penguatan ekonomi terbuka, peningkatan sektor kepabeanan dan perbankan, serta perluasan akses layanan keuangan dan pembiayaan.
Selain itu, Inggris dan ASEAN juga menjalankan dialog geoekonomi guna membahas dampak perkembangan perdagangan dan ekonomi global terhadap masyarakat serta peluang kerja sama untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Terkait Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (Digital Economy Framework Agreement/DEFA), Fazey menyambut baik kesepakatan yang telah dicapai negara-negara ASEAN dan dijadwalkan akan dipublikasikan pada akhir tahun ini.
âInggris memberikan beberapa dukungan di awal proses, membantu melatih para negosiator saat mereka memasuki proses tersebut, dan kami berharap dapat mendukung ASEAN dan masing-masing negara anggota ketika mereka menerapkan perjanjian tersebut,â ujarnya.
Konsensus ASEAN di Myanmar
Mengenai situasi di Myanmar, Fazey menegaskan Inggris tetap mendukung Konsensus Lima Poin ASEAN sebagai landasan penyelesaian krisis di negara tersebut.
âJadi, kami terus secara bilateral mengingatkan rezim di Myanmar tentang hal itu, dan saya pikir kami sangat selaras dengan ASEAN,â kata Fazey.
Ia menekankan pentingnya kemajuan pada seluruh aspek Konsensus Lima Poin, termasuk akses kemanusiaan serta proses politik yang inklusif.
Pernyataan kedua diplomat tersebut disampaikan dalam acara Kingâs Birthday Party bertema âUK Celebrates Innovation and Five Years as an ASEAN Dialogue Partnerâ yang digelar Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Rabu malam.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh nasional, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, serta Didit Hediprasetyo.
- Kemitraan Strategis
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BNPB: Biaya Perbaikan Kerusakan akibat Bencana Diperkirakan Capai Rp51,82 Triliun
-
Polisi Geledah Agensi Psy Terkait Dugaan Penyalahgunaan Obat Tidur
-
Heboh! KPPU Denda 97 Pindar Rp755 Miliar, Desakan Revisi UU KPPU Pun Makin Kuat
-
MPR RI Dorong Kampus dan Civitas Akademika Turut Cegah Kekerasan dan Lindungi Perempuan
-
Maroko Berduka: Insiden Bangunan Runtuh Renggut 22 Korban Tewas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.