Pekerja Informal Meningkat, Dosen UGM Ungkap Dampak Baik dan Buruknya

Senin, 19 Mei 2025, 16:44 WIB

JAKARTA - Dosen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Universitas Gadjah Mada (UGM), Hempri Suyatna, mengatakan, jumlah pekerja informal saat ini semakin bertambah. Salah satu penyebanya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akhir-akhir ini.

"Fleksibilitas sektor informal yang mudah dimasuki karena tidak adanya syarat-syarat tertentu seperti kualifikasi Pendidikan," ujar Hempri, dikutip dari laman resmi UGM, Senin (19/5).

Ket. Foto: Dosen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Universitas Gadjah Mada (UGM), Hempri Suyatna — Sumber: Istimewa

Dia menilai, modal yang kecil menyebabkan banyak para korban PHK menjadikan sektor usaha informal sebagai pilihan terutama di bidang perdagangan dan jasa. Meski begitu, fenomena pekerja informal ini memberikan dampak positif dan negatif terhadap ekonomi negara.

Secara positif, lanjut Hempri, kehadiran sektor informal ini tentunya akan membantu penyerapan tenaga kerja. Dengan demikian, terjadi peningkatan pendapatan dari masyarakat.

"Ini artinya sektor ini dapat menjadi sumber peluang peningkatan pendapatan dari warga masyarakat," jelasnya.

Dia mengungkapkan, semakin banyaknya sektor informal ini juga berpotensi untuk mengurangi sumber penerimaan pajak negara. Selain itu, tata kawasan yang sering terganggu karena para PKL berjualan di pinggir jalan atau area publik.

Hempri menyarankan pemerintah wajib memberikan perlindungan sosial terhadap sektor informal. Hal tersebut dikarenakan mayoritas dari pekerja informal tidak memiliki akses terhadap manfaat jaminan sosial seperti usia tua, kematian, hingga kecelakaan kerja.

"Saya kira ini menjadi tantangan dan menghambat produktivitas mereka," tuturnya.

Dia meminta pemerintah mendorong penerapan ekonomi inklusif dimana sektor informal menjadi bagian penting dalam pembangunan basis ekonomi. Oleh karena itu, pendekatan kebijakan dalam menangani sektor ini perlu memperhatikan karakteristik pekerja informal.

"Formalisasi sektor usaha informal seringkali justru mematikan dan menghambat sektor ini untuk berkembang," terangnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.