Tak Main-main! Kemenkop Siapkan Strategi Ampuh Kopdes Merah Putih Lawan Fraud
Jumat, 16 Mei 2025, 00:00 WIBJAKARTA - Strategi mitigasi risiko sangat penting di tengah tantangan dalam pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Langkah itu dimaksudkan untuk meminimalkan tingkat kegagalan atau fraud dari pengelolaan dan pengoperasian koperasi.
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyadari, di dalam proses pembentukan Kopdes Merah Putih ini menghadapi delapan tantangan utama sehingga diperlukan strategi dan peta jalan yang jelas dan tegas.
"Pembangunan Kopdes/ Kel Merah Putih ini kita percepat tapi untuk operasional kita harus hati-hati dan tidak menghilangkan aspek prudent termasuk menyiapkan mitigasi risiko," kata Budi Arie dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (15/5).
Kemenkop mengidentifikasi delapan isu krusial yang perlu diatasi. Pertama, partisipasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya berkoperasi masih minim, tercermin dari rendahnya angka keanggotaan.
Kedua, citra negatif koperasi di mata publik akibat kasus koperasi bermasalah dan pinjaman daring ilegal yang mengatasnamakan koperasi. Ketiga, kurangnya adaptasi koperasi terhadap teknologi.
Keempat, perbedaan skala ekonomi dan potensi antar desa. Kelima, disparitas kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di berbagai desa.
Tantangan keenam, potensi adanya praktik elite capture dalam pembentukan dan pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih. Ketujuh, risiko fraud akibat pengelolaan yang tidak profesional. Kedelapan, tantangan terkait keberlanjutan lembaga dan usaha koperasi di masa depan.
"Kita akan menggunakan sistem (teknologi) untuk memitigasi risiko kerugian atau fraud dari Kopdes/ Kel Merah Putih. Saya optimis kalau sistem diperkuat masalah fraud bisa diatasi sehingga peningkatan SDM, sistem pengelolaan dan kelembagaan koperasi menjadi hal yang sangat utama untuk diperhatikan," ucap Budi Arie.
Bangun Sinergi
Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menambahkan salah satu yang paling disorot publik terkait Kopdes Merah Putih adalah tumpang tindihnya dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Menjawab itu, Wamenkop memastikan keberadaan Kopdes Merah Putih tidak akan mematikan BUMDes. Dia memandang BUMDes akan semakin diperkuat posisinya oleh Kopdes karena akan menjadi mitra kerja dalam membangun perekonomian desa.
"Kami sudah memitigasi dan potensi risiko yang banyak dikhawatirkan banyak pihak terutama dalam hal penyaluran modal kerja. Ini ada mekanisme yang akan diikuti oleh Kopdes/ Kel Merah Putih dan dari Kemenkop juga akan mendampingi mereka untuk menjalankan kegiatan operasionalnya," kata Ferry.
- kopdes merah putih
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sebulan Terakhir, Jembatan Mahakam Ulu Kaltim Ditabrak Tongkang Batubara 2 Kali
-
Raker Menkop dengan Komisi VI DPR
-
KPK Dalami Peran Kerabat Sugiri Sancoko untuk Terima Uang Suap
-
Wamendagri Bima Arya Tinjau Lokasi Pembangunan Kopdeskel Merah Putih di Sumedang, Siap Dorong Ekonomi Desa
-
Pemerintah Kawal Penanganan Bencana Longsor Cisarua
-
Gubernur Pramono Anung Berencana Hadir di Acara Reuni 212.
-
Polisi Sebut 32 Korban Ledakan di SMAN 72 Masih Jalani Perawatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.