Digital Banking, Kanal Efektif untuk Membuka Akses Keuangan Masyarakat “Unbanked”
📅 Kamis, 15 Mei 2025, 21:05 WIB | Oleh: Vitto BudiKepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan hasil SNLIK 2025 itu meningkat dibanding SNLIK 2024 yang menunjukkan indeks literasi keuangan 65,43 persen dan indeks inklusi keuangan 75,02 persen.
“Berdasarkan sektor jasa keuangan, indeks literasi dan inklusi keuangan masih ditopang paling tinggi oleh sektor perbankan, yakni sebesar 65,50 persen dan 70,65 persen,” kata Friderica.
Dari pemaparan data-data perubahan perilaku masyarakat sebagai konsumen dan nasabah yang semakin antusias menggunakan layanan transaksi digital banking, maka lanskap perbankan nasional pun secara perlahan mulai bergeser. Bank-bank dalam menjalankan fungsi intermediasi akan lebih tersegmentasi. Dominasi bank-bank konvensional dengan modal yang besar dan kuat akan lebih mengarah ke segmen korporat.
Sedangkan, bank digital akan lebih banyak menyasar segmen retail, konsumer dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Digital Banking pun akan menjadi kanal yang efektif dalam menerobos dan membuka akses keuangan kepada kelompok masyarakat unbanked. Dengan terbukanya akses yang selama ini buntu tersebut, masyarakat unbanked tersebut secara perlahan bisa meningkatkan taraf kehidupan mereka menjadi lebih baik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!