Tekanan Dagang Menurun, RI Harus Optimalkan untuk Pacu Ekspor ke AS
Selasa, 13 Mei 2025, 22:12 WIBJAKARTA-Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya YB. Suhartoko mengatakan perkembangan ekonomi terbaru harus dimanfaatkan oleh RI.
"Indonesia punya peluang cukup besar untuk negosiasi tarif ekspornya ke AS, karena basis ekspor ke AS tidak berkompetisi dengan industri dalam negeri AS,"ucapnya merespon menurunnya ketegangan dagang AS-Tiongkok.
Saat ini papar Suhartoko, AS mulai mengendurkan tekanan tarifnya, sehingga membuka ruang perundingan dengan Tiongkok.
AS kata dia memang harus terbuka dengan perdagangan global karena terlalu protektif kurang bagus untuk jangka panjang.
Dimundurkan implementasi tarif baru ke negara lain tanda tekanan tarif mulai berkurang, apalagi jika barang impor AS tidak berkompetisi dengan negara asal impor.
Barang komoditi primer dan manufaktur teknologi sederhana sudah sangat sedikit diproduksi di AS, sehingga Indonesia bisa memanfaatkan momentum itu
Diketahui, Gedung Putih mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan China tanpa memberikan rincian, setelah pejabat pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghabiskan akhir pekan untuk bernegosiasi dengan rekan-rekan mereka dari Tiongkok.
Hingga kini rincian kesepakatannya masih belum jelas, setiap de-eskalasi dalam perang dagang yang sedang berlangsung dapat membawa kelegaan yang sangat dibutuhkan bagi ekonomi global yang telah bergejolak sejak pengumuman tarif Presiden Donald Trump pada tanggal 2 April .
Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pada hari Minggu bahwa perundingan perdagangan yang berlangsung di Jenewa selama akhir pekan adalah poduktif.
Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, juga menyebutkan bahwa kesepakatan dengan pihak Tiongkok berpotensi mengurangi defisit perdagangan barang AS yang mencapai 1,2 triliun dollar AS atau sekitar 19,8 kuadriliun rupiah dengan kurs 16.520 rupiah per dollar AS.
- Ekspor
- Industri Manufaktur
- Amerika Serikat
- Ketegangan AS - Tiongkok
- tarif resiprokal
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Semburan asap di Pasar Baru
-
Fasilitas Dagang Bakal Dicabut 2027, Kemendag Kebut CEPA RI-Inggris
-
Cuaca Jakarta: BMKG Prakirakan Jakarta Timur Hujan Ringan pada Sabtu Sore
-
Komnas Perempuan Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Penanganan Karhutla
-
Dari Kampung Sampai Pasar Dunia, Sulaman Kapalo Samek Padang Pariaman Disulap Jadi Produk Mewah
-
BPS Catat Ekspor Papua Barat Turun 22,37 Persen hingga Agustus 2026
-
KKP Tetapkan Kawasan Konservasi Teon, Nila & Serua Seluas 683 Ribu Ha
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.