Pencahayaan Kini Jadi Elemen Fundamental dalam Desain, Bukan Sekedar Kebutuhan Fungsional
Senin, 12 Mei 2025, 22:45 WIBJAKARTA - Desain interior yang memikat tidak hanya tentang elemen dekoratif yang cantik, tetapi juga tentang pencahayaan yang tepat. Penataan furnitur maupun pemilihan dekorasi yang cermat akan terkesan biasa saja dalam ruangan yang kurang penerangan.
Setiap elemen desain membutuhkan cahaya yang tepat untuk mengungkapkan keindahan sejatinya. Kini, pencahayaan bukan lagi sekadar pertimbangan akhir, melainkan komponen arsitektur yang esensial, membentuk narasi desain dari konsepsi hingga realisasi.
Tampil perdana di ARCH:ID, General Manager Marketing In-Lite, Fransiska Darmawan, mengungkapkan, pihaknya melihat pencahayaan sebagai elemen fundamental desain, bukan hanya kebutuhan fungsional. Pencahayaan memiliki kekuatan untuk membentuk ruang, menciptakan tekstur, menonjolkan warna, dan mengarahkan fokus visual.
âMemahami bagaimana memanfaatkan pencahayaan ini adalah kunci untuk menciptakan desain yang benar-benar eksepsional,â ujar dia dalam acara I-n-Lite Talk bertajuk âBeyond Illumination: Lighting Through Space & Structure,â pada Jumat (10/5) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan.
Pada acara tersebut, In-Lite bersama Pavilion95 dan Insignio Studio yang merupakan konseptor dan desainer dari In-Lite Pavilion yang bertajuk âA Glowing Light Box.â Bersama Mensana Dan Teman sebagai perwakilan para arsitek yang menciptakan konsep Performative Archipelago dan mewujudkan Jembatan Khatulistiwa, instalasi terbesar di perhelatan ARCH:ID 2025. Mereka membagikan cerita bagaimana mengeksplor pencahayaan dalam mengoptimalkan ruang dan mempertegas struktur bangunan.Â
Pencahayaan memiliki pengaruh yang kuat terhadap mood dan atmosfer suatu ruang. Warna cahaya, intensitas, dan distribusinya dapat membangkitkan berbagai emosi dan menciptakan suasana yang berbeda
Lighting Design Director Pavilion95, Agust Danang Ismoyo, mengungkapkan, pencahayaan adalah bahasa yang tak kentara (subtle) namun kuat, mempengaruhi emosi, dan mengarahkan persepsi ruang. Melalui warna, intensitas, dan arah cahaya, seorang desainer dapat menciptakan rasa nyaman, membangkitkan energi, atau menghadirkan keheningan yang menenangkan.
âLebih dari sekadar elemen teknis, cahaya adalah alat kurasi pengalaman yang menyentuh indera sekaligus jiwa,â paparnya.Â
âIn-Lite Pavilion mengajak pengunjung merasakan langsung peran cahaya dalam membentuk persepsi, gerak, dan emosi melalui lima narasi ruang imersif: The Chandeliers, The Room, The Void, The Corridor, dan The Garden. Setiap ruang dirancang untuk menampilkan bagaimana cahayaâmelalui perpaduan terang dan bayangan membentuk persepsi, gerak, dan emosi,â jelas Danang.
Menggali lebih dalam tentang tujuan desain, gaya yang dipilih, tema yang diangkat, dan pesan yang ingin disampaikan menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang sesuai kebutuhan dan karakter pemilik.
Menurut  Co-Founder Insignio Studio, Adianto Salim, sesain pencahayaan yang efektif berakar pada pemahaman mendalam tentang visi dan konsep dari arsitek atau desainer. Ia menyukai desain yang eksklusif, bermain dengan warna, beragam material dan visual.
âCahaya bukan sekadar penerang, melainkan elemen yang membentuk narasi visual dalam ruang. Jadi, bagi kami pencahayaan bukanlah sekadar tambahan, melainkan bagian integral yang harus direncanakan sejak awal untuk memperkuat narasi desain,â tuturnya.
Desain pencahayaan efektif yang dapat mengintegrasikan cahaya adalah sebuah seni dengan sendirinya. Kolaborasi antara In-Lite, Pavilion95, dan Insignio Studio, melahirkan In-Lite Pavilion, sebuah kotak cahaya semi-transparan yang diciptakan dengan semangat âBeyond Illuminationâ untuk menekankan bahwa pencahayaan tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga mampu menghidupkan ruang, membentuk struktur, serta menciptakan cerita.Â
Keunikan konsep ini juga berhasil menarik perhatian para pengunjung dan juri, menjadikan In-Lite Pavilion terpilih sebagai salah satu pemenang Best Booth di ARCH:ID 2025, sebuah pencapaian yang menegaskan pentingnya pencahayaan sebagai elemen utama dalam arsitektur dan desain interior.
In-Lite juga turut terlibat dalam proses pembuatan Jembatan Khatulistiwa dengan menyediakan semua lampu guna menerangi area jembatan, sekaligus mengoptimalkan estetika daya tarik utama ARCH:ID 2025 tersebut.
Menurut Arsitek Mensana dan Teman, Alvar Mensana, Jembatan Khatulistiwa adalah instalasi terbesar yang pernah dibangun dalam sejarah ARCH:ID. Ini menjadi bukti nyata bahwa hal luar biasa dapat tercapai dengan dedikasi dan tujuan bersama.
âInstalasi ini juga mengingatkan kita, bahwa arsitektur performatif bukan hanya tentang tampilan atau fungsi, tapi tidak terlepas dari proses pembuatannya yang melalui kolaborasi serta saling menghargai untuk meningkatkan standar desain arsitektur di Indonesia. Oleh karena itu, saya ingin mengungkapkan apresiasi kepada In-Lite yang menjadi bagian dari proses ini,â ungkap
Fransiska menambahkan ia sangat bangga dapat berkolaborasi di ARCH:ID bersama arsitek, desainer dan para mitra dalam mewujudkan In-Lite Pavilion dan mendukung Jembatan Khatulistiwa. Tentu, pencahayaan memiliki peran penting dan terintegrasi sebagai bagian dari karya yang mengagumkan ini.
âKami juga merasa sangat beruntung karena In-Lite Pavilion terletak di tengah-tengah Jembatan Khatulistiwa, sehingga memiliki akses yang strategis bagi pengunjung,â ungkapnya.
Partisipasi In-Lite di ARCH:ID 2025 kata Fransiska merupakan wujud nyata konsep 'Beyond Illumination.' Di sini ia terus ingin membuktikan bahwa cahaya bukan hanya sekedar penerangan, seiring dengan komitmen kami untuk terus #TerangIndonesia.
- desain
- Elemen
- Arsitektur
- pencahayaan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Korlantas Terbangkan ETLE Drone, Incar Pelanggar Ganjil Genap Jakarta dari Udara
-
Presiden Prabowo Hadiri Upacara HUT ke-80 TNI di Monas
-
Vivere Group Hadirkan Beragam Koleksi Desain di IndoBuildTech 2025
-
Dapat Merasakan Takut, tapi Sulit Mengenali Ancaman
-
Comeback! Lussy Renata Rilis “Pesan Terakhir”, Lagu Emosional dari Sudut Pandang Berbeda
-
IFFINA+ 2025 Dibuka, Usung Tema Story of Origin untuk Angkat Indonesia sebagai Pusat Tren Desain Furnitur Global
-
Dukung Keberlanjutan Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Resmikan Modernisasi Pabrik Tertua Pupuk Kaltim
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.