Terapkan Zero Waste Manufacturing, Pabrik Taco Mampu Pangkas Biaya Produksi Hingga 20 Persen
Jumat, 24 Apr 2026, 16:17 WIBTerapkan Zero Waste Manufacturing, Pabrik Taco Mampu Pangkas Biaya Produksi Hingga 20 Persen
SERANG â Memperingati Hari Bumi 2026, perusahaan penyedia solusi interior TACO menegaskan komitmennya terhadap praktik industri berkelanjutan melalui penerapan sistem produksi zero waste manufacturing yang telah dijalankan sejak 2017. Pendekatan ini diterapkan secara menyeluruh di rantai operasional perusahaan, mulai dari pemanfaatan bahan baku, pengelolaan limbah, penggunaan energi, hingga pengolahan air.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun standar baru di sektor manufaktur, bahwa keberlanjutan tidak harus bertentangan dengan efisiensi bisnis. TACO menilai proses produksi yang bertanggung jawab justru mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberi nilai tambah bagi pelanggan.
Factory Head TACO, Wisnu Purnayusepta, mengatakan momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa transformasi keberlanjutan harus dimulai dari proses paling mendasar dalam operasional perusahaan.
âMomentum Earth Day menjadi pengingat bahwa keberlanjutan harus dimulai dari proses yang paling mendasar. Karena itu, kami mengintegrasikan zero waste manufacturing ke dalam seluruh sistem operasional, mulai dari pemanfaatan material hingga pengelolaan limbah, energi, dan air,â ujarnya di pabrik TAO di kompleks Industri Cikande Kabupaten Serang pada hari Rabu (23/4).
Menurut dia, sistem tersebut memungkinkan setiap proses berjalan lebih optimal, menekan timbulan limbah, dan menghadirkan dampak positif bagi perkembangan industri manufaktur nasional.
Keberlanjutan Jadi Fondasi Bisnis
TACO menempatkan keberlanjutan bukan lagi sebagai program tambahan atau sekadar kampanye perusahaan, melainkan bagian inti dari model bisnis. Seluruh proses produksi dirancang agar selaras dengan prinsip ekonomi sirkular dan target Sustainable Development Goals (SDGs).
Pendekatan ini menunjukkan perubahan paradigma di dunia industri, di mana perusahaan tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memastikan proses produksinya bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.
âBagi TACO, kualitas produk kini tidak hanya diukur dari fungsi dan estetika, tetapi juga dari bagaimana produk tersebut diproduksi,â ujarnya.
Faktor Manusia Jadi Prioritas
Selain aspek lingkungan, perusahaan juga menempatkan sumber daya manusia sebagai elemen penting dalam sistem produksi berkelanjutan. Di lingkungan pabrik, TACO menerapkan standar Health, Safety, and Environment (HSE) serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Perusahaan juga menyediakan fasilitas klinik kesehatan serta dukungan nutrisi bagi para pekerja. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesehatan tenaga kerja sekaligus memastikan produktivitas operasional berjalan konsisten.
Lingkungan kerja yang aman dan sehat dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan proses produksi jangka panjang.
Dekarbonisasi dan Energi Non-Fosil
Salah satu fokus utama TACO dalam keberlanjutan adalah pengurangan emisi karbon. Perusahaan menyebut telah berhasil menghindari ribuan ton emisi CO2eq setiap tahun melalui strategi dekarbonisasi di tingkat operasional.
Upaya tersebut diperkuat dengan penggunaan energi non-fosil yang mencapai 99,8 persen, berasal dari sumber biomassa dan sistem waste-to-energy. Sebelumnya selain listrik dari pihak luar pabrik ini menggunakan listrik dari pembangkit listik energi batu bara secara internal.
Langkah dekarbonisasi tesebut mencerminkan tren industri global yang semakin bergerak menuju energi bersih dan rendah karbon. Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, perusahaan dapat menekan jejak karbon sekaligus meningkatkan efisiensi energi.
100 Persen Limbah Dikelola Kembali
Di fasilitas produksi TACO di Cikande, Serang, perusahaan mengembangkan sistem operasional sirkular yang memastikan setiap material dikelola secara optimal sepanjang siklus produksi. Seluruh limbah produksi seperti sisa potongan high pressure laminates (HPL), debu produksi, dan air dikelola dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Perusahaan menyatakan 100 persen limbah produksi diproses dan dimanfaatkan kembali, sehingga tidak menjadi beban lingkungan. Pemanfaatan limbah tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi internal, tetapi juga memberi manfaat sosial. Salah satunya melalui dukungan pemugaran ruang serbaguna di SOS Childrenâs Villages, serta pelaksanaan program edukasi dan workshop bagi siswa SMK dan mahasiswa.
âPendekatan ini menunjukkan bahwa limbah industri dapat diolah menjadi sumber daya bernilai jika dikelola dengan sistem yang tepat,â ucapnya.
Pengelolaan Air Terintegrasi
Selain limbah padat, TACO juga memperkuat sistem pengelolaan air di area pabrik. Melalui sistem pengolahan terintegrasi, 100 persen air limbah diolah kembali untuk digunakan mendukung operasional serta penyiraman area hijau di lingkungan pabrik.
Langkah ini menjadi penting di tengah meningkatnya perhatian terhadap konservasi air, terutama bagi sektor manufaktur yang umumnya membutuhkan volume air cukup besar. Dengan mendaur ulang air limbah, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baru sekaligus menekan dampak lingkungan.
Produk Bersertifikasi Nasional dan Internasional
Komitmen keberlanjutan TACO juga tercermin pada produk yang dipasarkan kepada konsumen. Produk-produk perusahaan didukung berbagai sertifikasi nasional maupun internasional, seperti Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), SNI, ISO, serta Singapore Green Label.
Sertifikasi tersebut menjadi indikator bahwa produk tidak hanya memenuhi standar mutu, tetapi juga diproses melalui sistem yang memperhatikan aspek lingkungan. Bagi konsumen, keberadaan sertifikasi memberikan jaminan tambahan bahwa material interior yang digunakan aman, berkualitas, dan diproduksi secara bertanggung jawab.
Konsumen Kini Lebih Peduli Proses Produksi
Wisnu menilai perilaku konsumen terus berubah. Jika sebelumnya pembeli lebih fokus pada fungsi dan desain, kini semakin banyak yang memperhatikan asal-usul produk dan dampak lingkungannya.
âKami percaya kualitas produk hari ini tidak lagi cukup diukur dari fungsi dan estetika saja, tetapi juga dari bagaimana produk tersebut diproses. Melalui sistem operasional yang terintegrasi, kami menghadirkan material interior yang selaras dengan nilai keberlanjutan sekaligus membangun kepercayaan konsumen dalam jangka panjang,â katanya.
Menjawab Tantangan Masa Depan
Melalui semangat Make That Change, TACO memandang tantangan lingkungan dan sosial saat ini membutuhkan pendekatan industri yang lebih menyeluruh. Perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, serta tuntutan pasar menjadi faktor yang mendorong transformasi manufaktur.
Karena itu, berbagai inisiatif yang dijalankan perusahaan mulai dari efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, penggunaan energi bersih, hingga pemberdayaan masyarakatâdiposisikan sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.
Dengan penerapan zero waste manufacturing, TACO berharap dapat menghadirkan solusi yang relevan bagi industri saat ini sekaligus menciptakan dampak positif berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat di masa depan.
Wisnu memaparkan penerapan prinsip zero waste tersebut berdampak pada pengurangan ongkos produk. Â Namun baginya yang lebih penting bukan hanya efisiensi biaya, namu penyelamatan lingkungan yang menurutnya tidak ternilai.
âDampak penerapan zero waste dapat mengurangi cost sebesar 10-20 persen yang dapat dirasakan langsung. Namun menyelamatkan lingkungan itu nilai yang jauh lebih penting, karena ini tidak dapat dinilai,â ujarnya.
Ia mengungkapkan produk TACO sejauh sejak beberapa tahun ini telah mengekspor produknya ke berbagai negara melalui Singapura. Dari negara itu lalu dikirim ke berbagai negara sehingga pihaknya kurang tahu pasti ke negara mana saja.
âPorsi untuk ekspor masih kecil kurang dari 10 persen tapi angkanya terus meningkat. Di dalam negeri sendiri produk Taco selama ini telah menjadi market leader,â tutur Wisnu tanpa menyebutkan angka pangsa pasarnya yang pasti.
- Industri Hijau
- TKDN
- daur ulang limbah
- SDGs
- ekonomi sirkular
- Taco Indonesia
- industri Indonesia
- hari bumi 2026
- TACO
- zero waste manufacturing
- manufaktur berkelanjutan
- energi non fosil
- Singapore Green Label
- ekspor produk interior
- Wisnu Purnayusepta
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Industri dan Pertanian Jadi Benteng Ekonomi RI Hadapi Guncangan Global
-
Semarang Duduki Peringkat Tiga Kota Paling Toleran se-Indonesia 2025
-
Hari Bumi 2026: Telkomsel Ajak Masyarakat Ambil Aksi Nyata Jaga Lingkungan.
-
Jangan Salah Jadwal, Ini Rincian Gelombang Keberangkatan Haji Karawang dari April hingga Mei
-
Terbang Bersama Vietjet Berpeluang Menang Hadiah Utama Emas 38 gram
-
Dorong Ekonomi Hijau, IRT Denpasar Sulap Sampah Dapur Jadi Pupuk Anggrek
-
Seru-seruan Hari Bumi di HBKB Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.