Dinkes Kepri sebut prevalensi stunting 2024 turun jadi 15 persen

Senin, 12 Mei 2025, 18:50 WIB

Tanjungpinang --  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Mochammad Bisri menyampaikan angka prevalensi stunting daerah itu pada tahun 2024 turun menjadi 15 persen dibanding 2023 sebesar 16,8 persen.

"Rilis resmi angka stunting di Kepri belum kita terima, tapi informasi yang diperoleh dari pemerintah pusat, terjadi penurunan stunting 1,8 persen pada 2024 dibanding 2023," kata Bisri dihubungi di Tanjungpinang, Senin.

Ket. Foto: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Mochammad Bisri. — Sumber: ANTARA/Ogen

Penurunan ini berkat kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah, BKKBN, instansi vertikal, sampai organisasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Kendati turun, menurut Bisri, jumlah kasus stunting di Kepri masih cukup tinggi, yaitu mencapai 27 ribu anak dengan gizi kurang hingga buruk.

Oleh karena itu, katanya, pemerintah bersama pihak-pihak terkait akan menggelar aksi intervensi guna mengatasi permasalahan gizi anak-anak di Kepri yang belum optimal, mulai dari pemberian makanan gizi tambahan, pengobatan bagi anak sakit, edukasi stunting, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Selain itu, intervensi juga menyasar pada tindakan pencegahan stunting dari hulu, seperti mencegah pernikahan dini, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan sanitasi dan akses air bersih bagi masyarakat atau keluarga berisiko stunting.

"Selain gizi buruk, pemicu stunting itu dipengaruhi sanitasi, ekonomi, budaya hidup, pernikahan dini, hingga pola asuh dan pola makan anak yang salah, sehingga ini memerlukan perhatian khusus semua pihak dalam menangani stunting di Kepri," ujar Bisri.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.