Perkuat Kajian Sejarah, Pemkab Majalengka Dukung Usulan Tokoh Daerah Jadi Pahlawan Nasional

Selasa, 11 Agu 2026, 03:45 WIB

MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendukung pengusulan tokoh daerah yakni KH Abbas Abdul Jamil sebagai Pahlawan Nasional melalui penguatan kajian sejarah dan publikasi mengenai kiprah perjuangannya.

Bupati Majalengka Eman Suherman di Majalengka, Senin, mengatakan dukungan pemerintah daerah diberikan karena perjuangan tokoh tersebut, merupakan bagian dari sejarah perjuangan masyarakat Jawa Barat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ket. Foto: Bupati Majalengka Eman Suherman saat berada di Majalengka, Jawa Barat. — Sumber: Antara foto/HO-Pemkab Majalengka

"Kami menyatakan dukungan dan komitmen penuh terhadap upaya pengusulan KH Abbas Abdul Jamil sebagai Pahlawan Nasional," kata Eman dalam keterangannya di Majalengka.

Menurut dia, perjuangan tokoh tersebut tidak hanya berkaitan dengan perjuangan bersenjata, melainkan mencakup pendidikan pesantren dan pembentukan kader santri yang turut berperan dalam perjuangan kemerdekaan.

Ia menilai pengusulan gelar tersebut perlu didukung forum akademik untuk memperkuat argumentasi sejarah, sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai kiprah KH Abbas Abdul Jamil.

Eman mengatakan perjuangan mengusulkan tokoh tersebut sebagai Pahlawan Nasional juga menjadi upaya, meneguhkan kembali nilai cinta tanah air yang dapat diteladani generasi muda dan kalangan santri.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Usep Abdul Matin mengatakan penelitian mengenai KH Abbas Abdul Jamil, telah dilakukan sejak 2024 dengan menelusuri berbagai sumber sejarah.

Pihaknya mendata tokoh tersebut memiliki peran dalam rangkaian peristiwa menuju Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945, terutama terkait penentuan momentum serangan pasukan perjuangan.

Usep menjelaskan sebelum berangkat menuju Tebuireng, Jombang, KH Abbas menggelar musyawarah bersama keluarga, para kiai dan santri pada 6 November 1945 untuk menentukan pemimpin ulama dan santri yang akan terlibat dalam perjuangan di Surabaya.

Ia mengatakan jejak perjuangan tokoh tersebut diperkuat pula oleh sumber primer, termasuk dokumen yang berasal dari masa pemerintahan kolonial Belanda yang mencatat aktivitas KH Abbas beserta jaringan keagamaannya.

"Pengusulan KH Abbas Abdul Jamil ini paling lengkap sumber primernya. Dari 95, 74 di antaranya sumber primer dan 23 lainnya sumber sekunder," katanya.

Ia menyampaikan penelitian tersebut tidak hanya melihat peran KH Abbas pada masa revolusi, tetapi juga menelusuri kiprahnya dalam pendidikan pesantren, jaringan ulama dan perjuangan sebelum Indonesia merdeka.

“Kelengkapan sumber sejarah tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengusulan KH Abbas Abdul Jamil sebagai Pahlawan Nasional sekaligus memberikan gambaran mengenai kontribusinya dalam perjuangan bangsa,” ucap dia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.