Grab Business Forum 2025 Tekankan Pentingnya Strategi Adaptif dan Optimisme di tengah Ketidakpastian
📅 Sabtu, 10 Mei 2025, 21:50 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Grab
JAKARTA – Di tengah gejolak dinamika ekonomi global, fluktuasi pasar, dan percepatan transformasi teknologi, dunia usaha dihadapkan pada tantangan untuk berani beradaptasi dalam perubahan dan mengambil langkah baru. Dalam konteks ini, Grab Indonesia menghadirkan acara tahunan Grab Business Forum dengan tema “Beyond Bolder: Navigating Changes, Driving Growth.”
Forum tersebut dirancang sebagai ruang dialog strategis yang mempertemukan pembuat kebijakan, pemimpin perusahaan, dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor industri untuk mengulas ketahanan bisnis dan membangun pertumbuhan jangka panjang.
Memasuki tahun keenam, acara Grab Business Forum 2025 berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta dan dihadiri hampir 1.400 pengunjung dari lebih dari 800 perusahaan. Acara forum dibuka dengan paparan khusus oleh Deputi Bidang Pengembangan Iklim dan Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia Dr. Riyatno, S.H., LL.M.
Pembicara lainnya adalah Ekonom Senior sekaligus mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia periode 2013-2014 Chatib Basri. Ketiganya memberi perspektif makro mengenai arah kebijakan ekonomi nasional, proyeksi investasi, serta pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Dalam gelaran Grab Business Forum 2025, Grab menyoroti peran teknologi sebagai kunci dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis. Director of Grab for Business Roy Nugroho, menambahkan dukungan platform yang andal, seperti Grab for Business dan berbagai solusi B2B Grab dirancang untuk menyederhanakan segala kebutuhan operasional usaha.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Country Marketing Head Grab Indonesia Melinda Savitri, menekankan bagaimana merek dapat memanfaatkan ekosistem Grab untuk meningkatkan visibilitas brand serta produk atau layanan mereka melalui kampanye kreatif yang terintegrasi di ekosistem Grab dan Ovo.
Dengan memanfaatkan platform seperti GrabAds, brand dapat menjangkau jutaan pengguna dan Mitra Grab secara tepat sasaran melalui berbagai touchpoint. Lebih lanjut, Head of Product Geo Grab Pradeep Varadaraja menjelaskan bahwa GrabMaps berperan penting dalam membantu perusahaan dan pengguna menavigasi dunia yang terus bergerak cepat melalui AI.
“Seperti salah satu fitur auto-validation yang memungkinkan sistem Grab mendeteksi dan memverifikasi rute perjalanan secara otomatis dan real time,” ujar dia dalam acara tersebut yang disampaikan melalui keterangan tertulis pada hari Jumat (10/5).
Sementara pada sesi diskusi panel, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo, CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat, dan Director Network & Retail Funding PT Bank Negara Indonesia Tbk Rian Kaslan berbagi pengalaman tentang kiat-kiat perusahaan dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat di era digitalisasi.
Menurut laporan World Economic Outlook 2025 dari IMF pada April 2025, pertumbuhan ekonomi global 2025 diproyeksikan melambat ke angka 2,8 persen dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,3 perse, seiring eskalasi ketidakpastian kebijakan dan tensi geopolitik global. Indonesia dinilai tidak luput dari dampaknya.
Meski demikian, ekonomi Indonesia tetap memperlihatkan ketahanan relatif dan tumbuh positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2025 mencapai 4,87 persen.
Dr. Riyatno, S.H, LL.M Deputi Bidang Pengembangan Iklim dan Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia menyampaikan dalam sambutannya. Investasi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia terbesar kedua sebesar 29,15 persen pada tahun lalu.
Di tengah situasi yang penuh tantangan saat ini, ekonomi digital dan data center menjadi salah satu sektor industri prioritas yang berpotensi besar terhadap investasi. Tahun ini, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai 130 miliar dollar AS atau 44 persen dari total proyeksi ekonomi digital di Asia Tenggara.
“Tentu ini potensi yang sangat besar. Karena itu kami mendorong kolaborasi triple helix yakni sinergi antara pemerintah, industri, dan juga akademisi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” paparnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!