Konflik Berpotensi Ganggu Pasar Berlian Dunia

Jumat, 09 Mei 2025, 01:30 WIB

MOSKWA - Konflik antara India dan Pakistan apabila terus meningkat, dapat menyebabkan gangguan dalam industri berlian dunia, demikian laporan kantor berita RIA Novosti, Kamis (8/5).

Hal itu karena India merupakan pemain utama di pasar permata, demikian data dari Badan Statistik India dan Proses Kimberley.

Ket. Foto: Seorang pekerja memeriksa berlian di bengkel pemolesan berlian di Ahmedabad, beberapa waktu lalu. — Sumber: AFP/SAM PANTHAKY

Menurut perkiraan Proses Kimberley, India merupakan importir dan eksportir berlian utama.

Proses Kimberley (KP) adalah skema sertifikasi internasional yang ditujukan untuk mencegah perdagangan "berlian konflik", yang didefinisikan sebagai berlian kasar yang digunakan oleh gerakan pemberontak atau sekutunya untuk membiayai konflik melawan pemerintah sah.

Sementara itu, data Badan Statistik India menunjukkan bahwa India sebagian besar membeli berlian kasar, dan menjual berlian yang sudah dipoles.

Pada 2024, India mengimpor berlian senilai 17 miliar dollar AS (sekira 280 triliun rupiah), dengan impor berlian kasar nonindustri sebesar 11,6 miliar dollar (190 triliun rupiah) dan batu olahan nonindustri sebesar 5,9 miliar dollar (99 triliun rupiah).

Sementara itu, ekspor India mencapai $14,4 miliar (237 triliun rupiah), dengan pangsa terbesar berlian olahan nonindustri sebesar 13,7 miliar dollar (225 triliun rupiah).

India sebagian besar membeli berlian dari Uni Emirat Arab (7,95 miliar dollar), Amerika Serikat (2,6 miliar dollar), Hong Kong (2,4 miliar dollar), Belgia (2,2 miliar dollar), dan Russia (663,8 juta dollar).

Dalam hal ekspor, India sebagian besar menjual berlian ke AS (4,9 miliar dollar), Hong Kong (3,5 miliar dollar), UEA (1,95 miliar dollar), Belgia (1,7 miliar dollar), dan Israel (571,5 juta dollar).

Pada Rabu (7/5) dini hari, Kementerian Pertahanan India mengumumkan peluncuran Operasi Sindoor, yang menargetkan infrastruktur teroris di Pakistan.

Kementerian tersebut kemudian mengatakan bahwa 70 teroris telah dibasmi dan menekankan bahwa tidak ada fasilitas militer Pakistan yang diserang.

Militer Pakistan melaporkan 26 orang tewas dan 46 lainnya terluka akibat serangan India. Media Pakistan melaporkan bahwa angkatan udara negara itu menembak jatuh lima jet tempur India.

Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat setelah serangan pada 22 April di dekat kota wisata Pahalgam, di wilayah Kashmir yang dikelola India, di mana sekelompok militan Islam bersenjata menewaskan 26 orang.

  • Perang India-Pakistan

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.