Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Disangka! Sektor Ini Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi NTB

📅 Kamis, 08 Mei 2025, 17:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Disangka! Sektor Ini Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi NTB Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Petani mengamati buah melon emas yang sudah memasuki masa panen di kawasan agrowisata petik melon di Desa Kebon Ayu, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. 

MATARAM - Sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Sektor pertanian memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. 

Selain itu, sektor tersebut menjadi sumber mata pencaharian utama bagi banyak orang di Indonesia. Sebagian besar penduduk Indonesia memiliki mata pencaharian di bidang pertanian, baik sebagai petani yang menggarap lahan, peternak yang memelihara hewan ternak, atau nelayan yang mencari ikan di laut. 

Bank Indonesia (BI) menyatakan sektor pertanian yang tumbuh positif pada triwulan I 2025 menjadi sinyal pendongkrak laju pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat Berry Arifsyah mengungkapkan lapangan usaha pertanian menjadi harapan di tengah melambatkan ekonomi daerah.

"Cuaca yang lebih stabil sepanjang 2025 dan program swasembada pangan pemerintah mendukung kinerja lapangan usaha pertanian," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Kamis.

Pada 2024, pertumbuhan ekonomi NTB tercatat sebesar 5,30 persen secara tahunan melonjak dibandingkan tahun 2023 yang hanya tumbuh 1,80 persen.

Lonjakan itu dipicu oleh relaksasi ekspor konsentrat tembaga dan tetap kuatnya konsumsi rumah tangga.

Berry mengakui pada 2025 laju pertumbuhan diperkirakan sedikit melandai dan berada di bawah rata-rata nasional.

Meski demikian, sinyal positif masih terlihat jelas, terutama dari sektor pertanian dan perdagangan yang semakin menggeliat.

Dia memperkirakan ekonomi NTB hanya tumbuh pada kisaran 2,5 hingga 3,3 persen pada 2025.

Namun, jika kontribusi sektor pertambangan dikeluarkan dari perhitungan, maka pertumbuhan bisa mencapai 6,1 hingga 6,9 persen, terutama berkat sektor pertanian.

"Konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap tinggi sebesar 5,16 persen. Bahkan berada di atas nasional. Ini menunjukkan daya beli masyarakat NTB masih terjaga, salah satunya karena panen sektor pertanian," kata Berry.

Tak hanya konsumsi rumah tangga, ekspor nontambang dari NTB juga menunjukkan tren positif.

Komoditas lokal, seperti vanili organik, ikan tuna, udang, dan rumput laut menjadi andalan baru NTB di pasar internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gila, 350 Rekor Lahir di As...

Pada Indonesia Halal Awards 2026, SUCOFINDO Raih Penghargaan

50 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
Pada Indonesia Halal Awards...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.