Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Tanda-tanda Asma pada Anak

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 23:59 WIB | Oleh:
Waspadai Tanda-tanda Asma pada Anak Doc: (Pexels/Gustavo Fring)
Ket. Ilustrasi anak batuk.

JAKARTA - Batuk berulang atau batuk membandel bisa jadi merupakan indikasi asma, penyakit kronis yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas.

"Batuk-batuk merupakan gejala utama asma. Di samping itu, misalnya gejala nafas berbunyi, seperti bunyi peluit atau mengi," kata dr. Wahyuni Indrawati, Sp.A(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta.

"Itu dua gejala utama yang dapat kita curigai apakah ini gejala asma atau penyakit lain," kata konsultan respirator anak itu dalam webinar yang diikuti via daring dari Jakarta, Rabu (7/5).

Meskipun anak-anak berusia di bawah lima tahun umumnya lebih sering mengalami infeksi saluran pernafasan dibandingkan anak yang lebih besar, ia mengatakan, orang tua sebaiknya waspada kalau anak sering batuk.

"Kalau tiap bulan batuk, nah itu jangan-jangan, harus dicurigai merupakan gejala atau ciri khas asma," katanya.

Ia menyampaikan bahwa anak yang pada siang hari bisa beraktivitas sebagaimana biasa tetapi batuk berat pada malam hingga dini hari ada kemungkinan menderita asma.

Gejala asma yang lain yakni sesak nafas dan munculnya rasa tertekan atau nyeri pada dada akibat penyempitan saluran nafas dan peradangan di area sekitarnya.

Menurut informasi yang disiarkan di situs web resmi Kementerian Kesehatan, dokter mendiagnosis asma berdasarkan hasil wawancara medis, pemeriksaan fisik, tes fungsi paru-paru, dan tes alergi jika diperlukan.

Pasien yang didiagnosis menderita asma memerlukan pengobatan untuk mengendalikan gejala, mencegah serangan asma, dan meningkatkan kualitas hidup.

Dokter akan merekomendasikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi asma pasien.

Pengobatan asma dapat mencakup penggunaan inhaler untuk mengendalikan gejala asma dalam jangka panjang atau inhaler untuk meredakan gejala dengan cepat. 

Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan tambahan untuk mengontrol gejala alergi yang memicu serangan asma.

Di samping itu, perlu dilakukan manajemen lingkungan untuk menghindari pemicu asma seperti alergen atau iritan lingkungan serta penerapan gaya hidup sehat untuk membantu mengontrol gejala asma.

Siaran informasi Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa asma disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.