Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menantikan Arah Kebijakan The Fed

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 08:25 WIB | Oleh:
Menantikan Arah Kebijakan The Fed Doc: IST

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan bergerak mendatar dalam perdagangan tengah pekan ini. Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi sentimen eksternal, terutama sikap investor yang tengah menantikan arah baru kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat investor cenderung menunggu hasil rapat dewan kebijakan The Fed atau FOMC. Karenanya, dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (7/5), bergerak di kisaran 16.400 - 16.500 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (6/5), di Jakarta menguat sebesar 6 poin atau 0,04 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.449 rupiah per dollar AS.

Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menganggap penguatan kurs)l rupiah dipengaruhi perkiraan The Fed akan mempertahankan suku bunga.

“Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap pada hari Rabu (7/5) karena para pembuat kebijakan telah mengindikasikan pendekatan wait and see di tengah kekhawatiran tarif,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Sebaiknya Anda baca juga:

Melansir dari Anadolu Agency, potensi The Fed yang akan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada 4,25- 4,5 persen karena dipengaruhi tanda-tanda inflasi AS yang mereda dan pertumbuhan lapangan kerja yang stabil.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan Indeks Harga Konsumen menurun 0,1 persen pada Maret 2025, yang berarti penurunan bulanan pertama sejak Mei 2020. Sementara inflasi tahunan menurun jadi 2,4 persen, terendah sejak September 2024.

Untuk Indeks Harga Produsen, mengalami penurunan 0,4 persen secara bulanan pada Maret 2025 dan naik 2,7 persen year on year (yoy).

Adapun Personal Consumption Expenditures (PCE) core index bergerak stagnan month to month dan turun menjadi 2,6 persen per tahun pada Maret 2025 dari 3 persen pada Februari 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.