Syarat Bansos Wajib Vasektomi: Efektifkah Tekan Kelahiran atau Hambat Akses Keluarga Miskin?

Selasa, 06 Mei 2025, 12:34 WIB

BANDUNG – Usulan kontroversial Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadikan partisipasi program Keluarga Berencana (KB), khususnya vasektomi bagi pria, sebagai syarat penerima bantuan sosial (bansos) memicu perdebatan.

Wacana ini diangkat sebagai upaya menekan laju pertumbuhan penduduk, namun efektivitas dan kelayakannya bagi keluarga, terutama di kalangan penerima bansos, dipertanyakan.

Ket. Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi menilai niat menekan laju penduduk memang baik, tetapi penerapannya harus dikaji mendalam. — Sumber: SubangInfo/yds

Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa pihaknya akan mensyaratkan KB pria sebagai indikator penyaluran berbagai bantuan. Ia beralasan beban reproduksi selama ini terlalu banyak ditanggung perempuan dan mendorong peran aktif pria.

"Yang saya kejar, yang KB harus laki-laki. Kalau suaminya enggak mampu lagi membesarkan anak-anaknya, maka dia gagal menjadi seorang suami," tegas Dedi Mulyadi.

Menanggapi wacana tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi, menilai niat menekan laju penduduk memang baik, tetapi penerapannya harus dikaji mendalam. Ia mengingatkan bahwa masyarakat penerima bansos memiliki beragam kondisi dan vasektomi tidak bisa diwajibkan.

"Kebijakan ini menurut saya bagus, tapi harus dilihat dari berbagai aspek. Masyarakat kecil itu beragam... tidak serta merta menjadi syarat wajib," kata dr. Maxi.

Secara medis, lanjut Maxi, vasektomi adalah metode kontrasepsi yang efektif dan aman, tetapi sifatnya sukarela dan idealnya dilakukan pria dengan minimal dua anak atas persetujuan pasangan. Ia juga menyoroti minimnya edukasi di masyarakat.

"Jangan sampai kebijakan baik ini justru disalahartikan atau menimbulkan resistensi karena kurangnya pemahaman," tambahnya.

Polemik ini menyoroti kompleksitas pengendalian penduduk yang bersinggungan dengan hak reproduksi, kondisi sosial ekonomi, dan pendekatan program KB yang seharusnya lebih persuasif dan edukatif.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

Berita Terbaru

Utang Meningkat, Rakyat Jepang Mulai Cemas Kondisi Fiskal

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.